RISKS.ID — Pemerintah Provinsi Banten menyebut sektor hunian menjadi salah satu bidang investasi yang mengalami pertumbuhan pesat sepanjang 2025. Hal tersebut tercermin dari data realisasi investasi yang menembus Rp130,2 triliun dan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Capaian tersebut membawa Banten naik ke peringkat empat nasional dalam realisasi investasi. Ini menjadi indikator kuat bahwa iklim usaha di provinsi ini semakin menarik di mata investor domestik maupun asing,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, di Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026).
Virgojanti menambahkan, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi di Provinsi Banten. Berdasarkan data realisasi investasi 2025 versi DPMPTSP Kabupaten Tangerang, nilai investasi di wilayah tersebut mencapai lebih dari Rp37,6 triliun.
“Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan keunggulan sektor industri dan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan posisi strategis Kabupaten Tangerang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan investasi yang stabil membuka peluang besar bagi sektor properti dan hunian untuk terus berkembang pada 2026,” ujar Virgojanti.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menilai pertumbuhan investasi di Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, menjadi katalis penting bagi sektor hunian.
“Kami melihat 2026 sebagai momentum pertumbuhan yang sangat baik bagi bisnis hunian. Investasi yang masuk ke Banten, terutama Kabupaten Tangerang, menciptakan permintaan nyata terhadap hunian berkualitas,” ujar Chrissandy.
Menurut dia, tren hunian pada 2026 diperkirakan akan mengarah pada kawasan terpadu yang tidak hanya menawarkan rumah, tetapi juga lingkungan yang lengkap, nyaman, dan berkelanjutan. Konsumen dinilai semakin selektif dan mempertimbangkan nilai tambah jangka panjang.
“Hunian tidak lagi sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Faktor akses tol, fasilitas kota, ruang terbuka hijau, serta konsep kawasan terpadu menjadi pertimbangan utama konsumen,” kata dia.
Dengan fondasi investasi yang kuat pada 2025, prospek bisnis hunian di Banten pada 2026 diyakini akan terus bertumbuh, terutama di kawasan strategis seperti Kabupaten Tangerang.
Dukungan pemerintah daerah melalui kemudahan perizinan serta pembangunan infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut.
“Sinergi antara pemerintah dan pengembang diyakini mampu menciptakan ekosistem hunian yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Chrissandy.






