RISKS.ID – Sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, Suzuki Indonesia terus menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang terintegrasi. Sepanjang 2025, perusahaan fokus pada pendalaman dan perluasan inisiatif di tiga pilar utama: pendidikan, pelestarian lingkungan, dan kepedulian sosial.
Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, menegaskan bahwa sebagai pelaku industri manufaktur, tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah bagian dari visi perusahaan. “Semua hal tersebut kami lakukan karena Suzuki merupakan bagian dari masyarakat yang saling berbagi dan melindungi,” ujarnya.
Dukungan Nyata bagi Pendidikan dan SDM Masa Depan
Suzuki aktif membuka akses dunia industri kepada generasi muda. Sepanjang 2025, tercatat 5.974 pelajar dari 50 sekolah dan 15 institusi pendidikan mengunjungi pabrik Suzuki di Cikarang untuk mendapatkan wawasan praktis. Program pendidikan lingkungan juga digelar, di mana manajemen Suzuki turun langsung mengedukasi anak-anak tentang budaya kebersihan dan pengelolaan sampah, sekaligus menanamkan kesadaran untuk menjaga ekosistem mangrove.
Aksi Terukur untuk Keberlanjutan Lingkungan
Komitmen lingkungan Suzuki diwujudkan melalui program konservasi yang berorientasi hasil. Fokus utama pada pengurangan emisi karbon diwujudkan lewat penanaman mangrove. Hingga 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove di area coastal greenbelt binaan Suzuki mencapai 89%, sebuah kontribusi terukur untuk mitigasi karbon.
Selain itu, Suzuki berpartisipasi dalam program global “Clean Up The World” di Belitung dan Morotai, yang melibatkan 150 partisipan lokal. Aksi ini berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kg sampah plastik. Perusahaan juga menyalurkan fasilitas tempat sampah dan menginisiasi pengolahan limbah plastik setempat sebagai langkah menuju ekonomi sirkular.
Kepedulian Sosial dan Respons Cepat
Suzuki menunjukkan kepeduliannya melalui respons terhadap bencana banjir di Sumatra. Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, perusahaan menyalurkan donasi kemanusiaan yang didukung pula oleh kontribusi karyawan, untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak.
Joshi menutup, seluruh inisiatif ini dijalankan secara berkesinambungan untuk menegaskan posisi Suzuki sebagai perusahaan yang aktif berkontribusi, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.






