RISKS.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu sore, didorong oleh penguatan harga emas dan perak yang turut mengangkat saham-saham emiten berbasis komoditas tersebut.
IHSG ditutup naik 24,12 poin atau 0,30 persen ke posisi 8.146,72. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 9,06 poin atau 1,10 persen ke level 832,79.
“IHSG sempat dibuka dan bergerak melemah sebelum akhirnya ditutup menguat. Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibandingkan 5,3 persen (yoy) pada 2024.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan sebesar 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen secara kuartalan (quarter on quarter/qoq), lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2025 yang masing-masing tercatat 5,04 persen (yoy) dan 1,43 persen (qoq).
Dari mancanegara, Ratna mengatakan pelaku pasar juga menantikan data penjualan ritel (retail sales) kawasan Eropa periode Desember 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen (yoy), meningkat dari 2 persen pada November 2025.
Selain itu, perhatian pasar tertuju pada pertemuan European Central Bank (ECB) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen serta deposit facility rate di 2 persen. Pertemuan Bank of England (BoE) juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 8.200 pada perdagangan Kamis,” ujar Ratna.
Secara intraday, IHSG dibuka menguat, namun bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG kembali menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mencatatkan penguatan, dipimpin sektor barang baku yang naik 2,97 persen. Selanjutnya sektor industri dan sektor keuangan masing-masing menguat 1,13 persen dan 0,97 persen.
Adapun tujuh sektor mengalami pelemahan, dengan sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam sebesar 4,16 persen. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 2,33 persen dan sektor barang konsumen primer turun 1,46 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain MBTO, NZIA, NASI, LAJU, dan SURI. Sementara itu, saham yang mencatatkan pelemahan terbesar yakni BIPI, TRUE, UNIQ, MORA, dan BUVA.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.890.404 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 45,43 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp25,74 triliun. Sebanyak 301 saham menguat, 391 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
Di kawasan Asia, bursa saham bergerak bervariasi. Indeks Nikkei melemah 427,30 poin atau 0,78 persen, indeks Shanghai menguat 34,46 poin atau 0,85 persen, indeks Hang Seng naik 12,55 poin atau 0,05 persen, dan indeks Straits Times menguat 21,41 poin atau 0,54 persen.






