Harga Pangan Nasional Bergerak Variatif, Cabai Rawit Merah Tembus Rp65.750 per Kg

pasar tradisional
Ilustrasi pasar tradisional. Foto: Flickr

RISKS.ID – Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional tercatat bergerak variatif pada perdagangan Kamis pagi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, Kamis (12/3/2026) pukul 09.40 WIB, harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang berada di level cukup tinggi, yakni Rp65.750 per kilogram (kg).

Bacaan Lainnya

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp31.950 per kg.

Data PIHPS menunjukkan beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami pergerakan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional. Harga bawang merah tercatat Rp37.400 per kg, sedangkan bawang putih berada di level Rp38.050 per kg.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp13.150 per kg dan kualitas bawah II Rp13.200 per kg.

Kemudian, beras kualitas medium I dipatok Rp14.550 per kg dan medium II Rp14.500 per kg. Adapun beras kualitas super I berada di harga Rp15.300 per kg dan super II Rp15.100 per kg.

Pada kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar tercatat Rp20.100 per kg, cabai merah keriting Rp24.750 per kg, serta cabai rawit hijau Rp27.650 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas I berada di angka Rp127.500 per kg. Harga yang sama juga tercatat untuk daging sapi kualitas II.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp17.050 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp17.700 per kg.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah berada di level Rp18.100 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp21.700 per liter dan kemasan bermerek II Rp20.400 per liter.

PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.200 per kg.

Data tersebut menunjukkan pergerakan harga pangan nasional yang terus dipantau secara berkala guna memberikan gambaran kondisi pasar kepada masyarakat serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *