RISKS.ID – Paris Fashion Week selalu menjadi panggung bagi pertemuan kreatif lintas industri. Tahun ini, momen tersebut semakin menarik dengan hadirnya kolaborasi antara rumah wine legendaris asal Australia, Penfolds, dan musisi sekaligus ikon fashion global, Troye Sivan.
Pada 5 Maret 2026, Penfolds resmi memperkenalkan Troye Sivan sebagai Creative Partner terbarunya. Kolaborasi jangka panjang ini menjadi langkah Penfolds untuk memperluas eksplorasi kreatif di luar dunia wine, sekaligus merangkul budaya pop, seni, dan fashion yang semakin saling terhubung.
Bagi Troye, kerja sama ini bukan sekadar proyek desain label wine. Ia melihatnya sebagai ruang untuk merayakan kreativitas dan koneksi antar manusia.
“Kolaborasi dengan Penfolds adalah pertukaran ide kreatif yang selalu saya dambakan. Kami memiliki semangat yang sama terhadap budaya dan menciptakan momen yang bermakna. Bersama-sama, kami ingin menghadirkan karya yang mempererat hubungan antar sesama,” ujar Troye Sivan.
Untuk merayakan kemitraan ini, Troye menggelar jamuan makan malam intim di Paris bertepatan dengan Paris Fashion Week. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah sahabat dekat dan kreator lintas bidang, sekaligus menjadi panggung debut kolaborasi pertama mereka: Penfolds Bin 389 Cabernet Sauvignon Shiraz edisi terbatas.
Dalam proyek ini, Troye menghadirkan interpretasi personal terhadap salah satu wine paling ikonik milik Penfolds. Bin 389, yang kerap dijuluki “Baby Grange”, dikenal sebagai wine yang sangat dihargai oleh para kolektor dan sering disimpan dalam koleksi wine cellar di seluruh dunia.
Edisi kolaborasi ini hadir dalam dua format eksklusif: botol 750 ml dalam gift box dan botol magnum 1,5 liter, keduanya merupakan vintage 2023.
Yang membuatnya unik, setiap botol 750 ml dibungkus dengan kertas tisu khusus yang menampilkan satu dari 20 foto pilihan dari galeri kamera pribadi Troye Sivan. Foto-foto tersebut menangkap momen kecil yang baginya penuh inspirasi—potongan perjalanan, suasana, dan hubungan personal yang kemudian menjadi bagian dari cerita di balik wine ini.
Sementara itu, versi magnum 1,5 liter hadir lebih eksklusif lagi. Kemasan handmade-nya dirancang oleh seniman Korea Selatan, Rahee Yoon, dan diproduksi sangat terbatas, hanya 20 unit di seluruh dunia. Koleksi langka ini hanya tersedia melalui sistem expression of interest, menjadikannya incaran para kolektor.
Dari sisi visual, desain merah dan putih transparan pada kemasan menghadirkan nuansa hangat, sentimental, dan sedikit nostalgia—estetika yang terasa selaras dengan gaya personal Troye yang ekspresif namun tetap kasual.
Menurut Chief Marketing Officer Penfolds, Kristy Keyte, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya Penfolds untuk membuka ruang baru bagi kreativitas.
“Troye Sivan adalah visioner yang memiliki pengaruh besar di dunia musik, fashion, dan desain. Ia membawa rasa ingin tahu dan kreativitas yang sejalan dengan nilai-nilai Penfolds,” ujar Kristy.
Troye kini mengikuti jejak NIGO, pendiri Human Made sekaligus Direktur Artistik Kenzo, yang sebelumnya menjadi Creative Partner pertama Penfolds.
Melalui program Creative Partner ini, Penfolds menggandeng tokoh-tokoh budaya global yang dikenal berani mendobrak batas dan menggabungkan berbagai disiplin kreatif. Hasilnya bukan sekadar produk wine, tetapi juga objek budaya yang memadukan seni, desain, dan pengalaman berbagi.
Kolaborasi Troye Sivan dan Penfolds menjadi contoh bagaimana dunia wine kini semakin dekat dengan fashion, seni, dan lifestyle modern—menciptakan pengalaman yang tak hanya dinikmati di gelas, tetapi juga melalui cerita dan estetika di baliknya.






