RAAM Rights Issue 1,36 Miliar Saham untuk Ekspansi

foto ilustrasi

RISKS.ID – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) bersiap menggelar aksi korporasi melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada tahun ini. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendorong ekspansi bisnis di industri hiburan yang kian kompetitif.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3), RAAM berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.362.764.000 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan aksi korporasi.

Bacaan Lainnya

Manajemen mengingatkan adanya potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya. “Apabila pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu yang menjadi haknya akan mengalami dilusi kepemilikan sampai sebanyak-banyaknya sebesar 16,67%,” tulis manajemen dalam keterangannya.

Perseroan menyebutkan dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional utama. Fokus penggunaan dana diarahkan pada pengembangan produksi konten, baik film layar lebar, serial web, maupun sinetron.

Selain itu, RAAM juga akan mengalokasikan sebagian dana untuk memperkuat lini bisnis jaringan bioskop melalui anak usahanya. “Dana hasil PMHMETD akan digunakan untuk modal kerja produksi serta pengembangan usaha anak perusahaan,” ujar manajemen.

Suntikan modal tersebut akan diberikan kepada PT Platinum Sinema selaku pengelola Platinum Cineplex. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat ekspansi dengan target pembangunan hingga 50 teater baru di berbagai kota di Indonesia.

Kendati demikian, perseroan belum mengungkapkan harga pelaksanaan rights issue. Kepastian terkait aksi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026.

Dari sisi kepemilikan, RAAM masih berada di bawah kendali Raam Punjabi dengan porsi saham mencapai 67,5% per Februari 2026. Sementara itu, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menggenggam 9,1% saham, dan sisanya dimiliki oleh afiliasi serta publik dengan porsi free float sebesar 22,7%.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *