Pengurus MES Jateng Dilantik, Siapkan Koperasi Ekspor Tembus Pasar Timur Tengah

mes jateng
Pelantikan pengurus MES Jateng. Foto: Kemenkop

RISKS.ID-Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah terus berkomitmen mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai kekuatan baru perekonomian daerah. Langkah ini berfokus pada dorongan bagi pelaku usaha, pesantren, UMKM, hingga industri halal agar dapat naik kelas.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Umum MES Jateng Rezza Arief Budy Artha usai pelantikan 226 pengurus MES Jateng periode 2026–2030 di Semarang, Jumat. Ia menyatakan bahwa ekonomi syariah menyimpan potensi besar sebagai salah satu penggerak utama perekonomian di Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Menurut Rezza, pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi formal, melainkan titik awal kerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. MES Jateng akan mengedepankan kolaborasi serta meluncurkan program yang berdampak langsung pada kebutuhan warga.

“Kami ingin MES Jateng tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat,” ujar Rezza.

Dalam menggerakkan programnya, MES Jateng mengusung pendekatan pentahelix dengan merangkul dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas dan ulama, hingga media. Sinergi ini dipandang krusial karena pengembangan ekonomi syariah memerlukan paduan kebijakan, inovasi, hingga pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan. Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas SDM dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh,” tuturnya.

Sederet program strategis telah disiapkan, mencakup penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga optimalisasi dana sosial Islam. Salah satu fokus utamanya yakni pengembangan Koperasi Ekspor untuk membocorkan jalan bagi produk lokal menuju pasar internasional, dengan target pengiriman awal ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Langkah ekspansi pasar global ini menjadi bagian dari misi besar mengubah paradigma pelaku usaha kecil di Jawa Tengah.

“Produk-produk kita memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kualitas produk, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, kapasitas produksi dan akses pasarnya kita siapkan bersama,” kata Rezza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *