Garuda Indonesia Masih Grounded 34 Pesawat, Sebagian Dialokasikan untuk Perawatan

garuda indonesia
Pesawat Garuda di Bandara Makassar. Foto: dok. ppih embarkasi makassar

RISKS.ID – Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengungkapkan masih ada sekitar 34 pesawatnya yang belum bisa beroperasi alias berstatus grounded. Kondisi tersebut terjadi pada armada Garuda Indonesia dan Citilink.

“Kurang lebih 34 pesawat yang masih grounded,” ujar Wakil Direktur Garuda Indonesia Thomas Sugiarto Oentoro dalam public expose virtual di Jakarta, Kamis (27/11).

Bacaan Lainnya

Direktur Teknis Garuda Indonesia Mukhtaris menjelaskan kondisi armada saat ini masih dalam tahap pemulihan operasional. Citilink diketahui baru mengoperasikan 31 dari total 56 pesawat yang dimiliki. Jumlah tersebut terdiri atas 49 Airbus A320neo dan tujuh unit ATR.

Dalam menghadapi musim liburan akhir tahun, Citilink menargetkan peningkatan armada operasional menjadi 38 unit untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penerbangan.

Sementara itu, Garuda Indonesia mempertahankan pengoperasian 58 pesawat dari total 72 armada yang tersedia. Jika digabungkan, baik Garuda maupun Citilink, total pesawat yang masih grounded saat ini mencapai 34 unit.

Didukung Tambahan Modal Rp 23,67 Triliun

Sebelumnya, Garuda Indonesia menerima tambahan modal senilai Rp23,67 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dana segar ini sebagian besar digunakan untuk memperkuat perawatan armada yang saat ini tengah menjalani maintenance.

Rinciannya, 47 persen dari total dana tambahan dialokasikan untuk pemeliharaan pesawat Citilink, 37 persen untuk pemeliharaan pesawat Garuda Indonesia, dan 16 persen digunakan untuk pembayaran avtur Citilink kepada Pertamina.

Perusahaan berharap tambahan modal tersebut dapat mempercepat proses perawatan pesawat agar kembali beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama menjelang musim liburan akhir tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *