RISKS.ID — Jumlah korban tewas akibat badai salju yang terus menerjang Amerika Serikat bertambah menjadi sedikitnya 51 orang. Data tersebut disampaikan stasiun televisi NBC dalam laporannya, Selasa (27/1/2026).
Sebelumnya, Associated Press (AP) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat cuaca ekstrem di Amerika Serikat mencapai 42 orang. Namun, seiring berlanjutnya badai musim dingin, angka tersebut kembali meningkat.
Jutaan warga di wilayah Great Lakes hingga Gulf Coast kini berada dalam status peringatan suhu ekstrem yang sangat rendah. Sementara itu, sejumlah komunitas di hampir sepertiga wilayah timur Amerika Serikat mulai berupaya pulih dari badai musim dingin ekstrem yang telah menelan puluhan korban jiwa.
Dampak badai salju juga menyebabkan pemadaman listrik dalam skala besar. Berdasarkan data dari situs Poweroutage, sekitar 400.000 rumah di Amerika Serikat mengalami padam listrik, dengan mayoritas gangguan terjadi di wilayah selatan.
Selain itu, ABC melaporkan bahwa badai salju tersebut berdampak pada lebih dari 200 juta orang di seluruh Amerika Serikat. Ribuan penerbangan dilaporkan dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk.
Kondisi jalan yang licin akibat salju dan es turut memperparah situasi, dengan meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah terdampak.






