Tiket Pesawat Ditarget Turun hingga 18 Persen saat Lebaran 2026, Kemenpar Siapkan Paket Wisata

bandara soetta
Ilustrasi puncak mudik Bandara Soetta. Foto ilustrasi: Chaterine G Peter/RISKS.ID

RISKS.ID – Pemerintah menargetkan harga tiket pesawat turun hingga 17–18 persen selama periode libur Idul Fitri 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan wisatawan di berbagai daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Odo Manuhutu mengatakan, penurunan harga tiket tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah strategis.

Bacaan Lainnya

Upaya itu mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, formulasi tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, hingga penguatan dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama masa libur Lebaran. Di antaranya diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50 persen, diskon avtur hingga 10 persen di 37 bandara, serta potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen.

“Dengan berbagai kebijakan tersebut, kami menargetkan harga tiket pesawat dapat turun hingga kisaran 17–18 persen,” ujar dia, Kamis (19/3).

Seiring dengan kebijakan tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menyiapkan sejumlah paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026. Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan pergerakan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, momentum Lebaran merupakan salah satu periode dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia.

“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” ujar dia.

Dia menjelaskan, Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata hasil kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata, khususnya untuk pengguna transportasi udara.

Masyarakat juga didorong untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari kampanye bangga berwisata di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sektor pariwisata nasional berbasis potensi domestik.

Di sisi lain, dia menekankan pentingnya peran agen perjalanan daring (OTA) dalam menyediakan informasi yang akurat, terutama terkait harga tiket transportasi selama periode libur.

“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” jelas dia.

Dia juga mengharapkan dukungan media untuk menyampaikan informasi yang tepat dan berimbang kepada masyarakat, agar publik memahami kebijakan pemerintah di sektor transportasi dan pariwisata selama libur Lebaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *