X & Bigo Live Patuh PP TUNAS, Pemerintah Beri Apresiasi

ilustrasi AI / Chaterine G Peter

RISKS.ID – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memberikan apresiasi kepada platform digital X dan Bigo Live atas kepatuhan mereka terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Menurut Meutya, langkah kedua platform tersebut menunjukkan kepatuhan konkret, bukan hanya sekadar komitmen formal. “Kami mengapresiasi platform yang bersikap kooperatif penuh dalam memenuhi kewajiban kepatuhan, yaitu X dan Bigo Live,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital.

Bacaan Lainnya

X menetapkan batas usia minimum 16 tahun, yang tercantum dalam laman Pusat Bantuan. Meutya menambahkan, “X juga telah memulai proses identifikasi dan penonaktifan akun pengguna di bawah usia mulai 28 Maret 2026, langkah nyata yang patut diapresiasi.”

Sementara itu, Bigo Live menetapkan batas usia minimum 18 tahun, tercantum dalam Perjanjian Pengguna dan Kebijakan Privasi. “Bigo Live memperkuat sistem pelindungan anak melalui moderasi berlapis, memadukan teknologi AI dan pengawasan manusia untuk menindak akun di bawah umur,” jelas Meutya.

Menkomdigi menegaskan, kepatuhan ini membuktikan bahwa platform digital global mampu menyesuaikan layanan mereka dengan regulasi Indonesia secara cepat dan bertanggung jawab.

Pemerintah menekankan, langkah X dan Bigo Live harus menjadi standar minimum bagi semua platform digital yang beroperasi di Indonesia. “Kami instruksikan semua platform segera menyelaraskan produk, fitur, dan layanannya sesuai peraturan. Tidak ada kompromi dalam kepatuhan untuk dapat beroperasi di Indonesia,” tegas Meutya.

Setiap platform akan dipantau secara harian untuk memastikan komitmen tidak hanya formalitas, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Bagi platform yang belum patuh, pemerintah meminta segera melengkapi seluruh kewajiban. “Pemerintah telah menyiapkan langkah eskalasi dan tidak akan ragu mengambil tindakan administratif tegas untuk memastikan ruang digital Indonesia tetap aman dan ramah bagi anak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *