PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (30/3) di Jakarta Pusat. Agenda ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik dan partisipasi daring melalui platform eASY.KSEI yang difasilitasi oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Dalam RUPST, perseroan membahas dan menyetujui sejumlah agenda strategis, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 hingga penetapan penggunaan laba bersih. Selain itu, rapat juga menetapkan penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026 serta pengaturan remunerasi bagi jajaran komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah.
Tak hanya itu, pemegang saham turut menyepakati perubahan susunan pengurus serta pembagian tugas dan kewenangan direksi untuk tahun buku 2026. Rapat juga menjadi forum penyampaian laporan realisasi penggunaan dana dari penerbitan obligasi berkelanjutan yang dilakukan perseroan sepanjang 2025.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan sepanjang 2025 tetap terjaga meski menghadapi tekanan ekonomi dan kompetisi yang ketat di industri pembiayaan. Ia menegaskan bahwa dukungan pemegang saham dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis.
Dari sisi kinerja, WOM Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35 persen secara tahunan. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp7,37 triliun, sementara ekuitas tercatat sebesar Rp1,98 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang tetap solid.
Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar dengan tingkat profitabilitas yang terjaga, tercermin dari Return on Asset (ROA) sebesar 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45 persen. Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap terkendali dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross 2,17 persen dan net 0,95 persen.
Untuk memperkuat struktur permodalan, WOM Finance telah menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap II pada 2025. Selain itu, perusahaan juga memperoleh tambahan fasilitas pinjaman dari sektor perbankan sebesar Rp1,65 triliun guna mendukung ekspansi usaha.
Sementara dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar terkait penyesuaian klasifikasi usaha serta rencana pengalihan atau penjaminan sebagian besar piutang perusahaan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan fleksibilitas pendanaan dan menjaga likuiditas, sekaligus memastikan operasional tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.






