Sikap Tegas di PBB: Delegasi Indonesia Tinggalkan Pidato Netanyahu

Delegasi Indonesia beserta 70 delegasi negara lainnya, mengambil sikap aksi walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Delegasi Indonesia mengambil sikap tegas dengan melancarkan aksi walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Aksi protes ini terjadi tepat saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melangkah menuju mimbar pidato.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan rekaman video resmi Perutusan Tetap RI untuk PBB, para diplomat Indonesia bergegas beranjak dari bangku mereka dan meninggalkan aula.

Langkah ini dilakukan secara serentak bersama diplomat dari puluhan negara lain sebagai penolakan atas kehadiran pemimpin Israel tersebut.

Aksi pengosongan massal itu menciptakan gelombang kericuhan di dalam gedung PBB.

Antrean panjang delegasi yang berdesakan menuju pintu keluar memaksa pimpinan sidang mengetuk palu berulang kali guna memulihkan ketertiban aula.

Menanggapi pengosongan ruangan oleh mayoritas utusan dunia, Netanyahu justru menyampaikan lontaran provokatif dari atas podium sebelum memulai paparannya.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut yang masih belum keluar dari aula ini, tolong segera keluar sekarang,” cetus Netanyahu sebagaimana disiarkan langsung melalui saluran UN Web TV.

Di dalam pidatonya, Netanyahu gigih membela operasi militer Israel di wilayah Palestina serta melontarkan kritik balik kepada komunitas internasional yang menentang kebijakannya.

Kunjungan diplomatik Netanyahu ke Amerika Serikat kali ini tergolong singkat, hanya berlangsung sekitar enam jam tanpa ada agenda pertemuan dengan pimpinan pemerintahan AS.

Langkah walk out diplomasi Indonesia ini menegaskan komitmen konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang segala bentuk pelanggaran kemanusiaan.

Aksi solidaritas global di ruang PBB tersebut kian menyudutkan posisi politik Israel di panggung internasional.

Terlebih, kehadiran Netanyahu di PBB membayangi status hukumnya yang masih menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Lembaga peradilan global tersebut telah menerbitkan surat perintah penangkapan atas dugaan keterlibatan Netanyahu dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *