RISKS.ID — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk halal seiring pengakuan sertifikasi halal melalui Perjanjian Pengakuan Bersama atau Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan berbagai negara.
Roro menyebutkan, hingga saat ini sertifikasi halal Indonesia telah diakui di 16 negara. Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja sama bilateral di bidang halal dengan lima negara mitra.
“Potensi tersebut terus meningkat seiring penguatan ekspor melalui Mutual Recognition Agreement atau MRA sertifikasi halal Indonesia yang telah diakui di 16 negara, serta kerja sama bilateral bidang halal dengan lima negara mitra,” kata Roro dalam keterangan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang diterima, Kamis (29/1/2026).
Menurut Roro, peningkatan ekspor produk halal diharapkan mampu mendorong devisa negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global produk halal.
Dia menambahkan, berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, total nilai ekspor produk halal Indonesia pada 2024 mencapai 41,4 miliar dolar AS. Kontribusi terbesar berasal dari sektor makanan dan minuman yang mencapai 33,6 miliar dolar AS, disusul fesyen halal sebesar 6,83 miliar dolar AS, serta kosmetik halal senilai 363 juta dolar AS.
Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan memastikan bahwa pihaknya juga telah menjalin MRA dengan Amerika Serikat terkait penerapan sertifikasi halal.
Haikal menjelaskan, perjanjian tersebut dilakukan bersama Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR) dan Perwakilan Pertahanan Amerika Serikat (United States Department of Defense Representative/USDR). Kerja sama ini diharapkan menjadi dasar pengakuan sertifikasi halal bagi produk Indonesia dan Amerika Serikat dalam perdagangan kedua negara.
“Antara Amerika Serikat dengan BPJPH telah terjalin kesepakatan tentang penerapan halal. Baik produk dari Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia, maupun produk Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat,” kata dia.
Selain mendorong perdagangan bilateral, Haikal menekankan bahwa industri halal Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah. Namun, dia mengingatkan bahwa penguatan ekosistem halal harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.






