RISKS.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (26/2/2026) diprediksi bergerak menguat seiring meredanya kekhawatiran terhadap disrupsi Artificial Intelligence (AI) di tingkat global.
IHSG dibuka naik 29,13 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.351,36. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 2,55 poin atau 0,30 persen ke posisi 845,62.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan saham-saham di Amerika Serikat (AS) mengalami reli dan penguatan pada aset yang sebelumnya tertekan, seiring meredanya kekhawatiran disrupsi AI dan bergesernya fokus pasar ke belanja modal data center serta sektor kelistrikan (power).
Dari mancanegara, bursa Wall Street menguat solid selama dua hari berturut-turut, dipimpin sektor teknologi setelah Nvidia melaporkan kinerja kuartal IV-2025 yang melampaui ekspektasi pelaku pasar.
Kekhawatiran disrupsi AI juga mereda setelah tercapainya kesepakatan antara Meta dan AMD, serta ekspansi kemitraan Anthropic. Laporan Nvidia kini dipandang sepenting data inflasi dan ketenagakerjaan AS dalam menentukan arah pasar global.
Meski demikian, Liza menilai pelaku pasar tetap mencermati risiko jangka panjang di luar proyeksi kuartalan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap melanjutkan agenda tarif dalam pidato State of the Union, meski Mahkamah Agung AS membatasi kewenangannya. AS telah memberlakukan tarif impor global 10 persen dan membuka opsi kenaikan menjadi 15 persen.
“Ketidakpastian implementasi dan cakupan tarif, serta arah kebijakan terhadap Iran dan negosiasi nuklir di Jenewa, tetap menjadi sumber risiko geopolitik dan volatilitas energi global,” ujar Liza.
Dari dalam negeri, kesepakatan tarif Indonesia dan AS membuka peluang percepatan kerja sama hulu-hilir mineral kritis serta penghapusan pembatasan ekspor ke AS.
Pemerintah juga menegaskan tidak ada ekspor bijih mentah, namun investor asing dipersilakan membangun smelter di Indonesia dan mengekspor produk hasil pemurnian.
Selain itu, Kementerian ESDM menggelar pertemuan bilateral dengan Kementerian Baja India untuk menjajaki investasi dan kerja sama strategis pengembangan mineral kritis serta fasilitas pendukung produksi baja nasional. Langkah ini dilakukan di tengah agresifnya India mengamankan pasokan mineral kritis melalui kerja sama global guna mengurangi ketergantungan pada China.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), bursa saham Eropa kompak menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,91 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,18 persen, DAX Jerman naik 0,76 persen, serta CAC menguat 0,47 persen.
Bursa saham AS juga ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 6.946,13, Nasdaq Composite melonjak 1,26 persen ke 23.152,08, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,63 persen ke 49.482,15.
Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei naik 264,88 poin atau 0,45 persen ke 58.848,00. Indeks Shanghai melemah 13,54 poin atau 0,33 persen ke 4.133,69, Hang Seng turun 122,22 poin atau 0,46 persen ke 26.643,50, serta Strait Times melemah 11,21 poin atau 0,22 persen ke 4.997,05.






