BEI Terapkan Harga Minimum Rp1 Akhir September

BEI
Bursa Efek Indonesia. RISKS.ID

RISKS.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuntaskan persiapan akhir jelang pemberlakuan aturan batas minimum harga saham baru dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

Kebijakan strategis yang dijadwalkan berlaku mulai 28 September 2026 ini mendapat dukungan penuh dari mayoritas pelaku pasar, dengan 92 dari total 93 Anggota Bursa (AB) menyatakan siap secara teknis.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa keterlambatan satu Anggota Bursa yang tersisa semata-mata disebabkan oleh penyesuaian teknis minor.

Pihaknya optimistis seluruh instrumen pendukung akan rampung saat pengetesan akhir (Management of Change/MOC).

“Oleh karena itu, kami sangat optimis untuk MOC di hari Sabtu (19/09), satu Anggota Bursa itu bisa ikut MOC dan kemudian siap untuk bisa ikut dalam perdagangan di tanggal 28 nanti yang sudah tidak lagi menggunakan harga minimum Rp50,” ungkap Jeffrey di Jakarta.

Guna memastikan skema baru berjalan mulus, BEI memfokuskan pengujian pada ketahanan infrastruktur IT dan kapasitas pemrosesan data bursa.

Langkah simulasi bertahap diuji untuk mengantisipasi lonjakan trafik transaksi pada saham-saham berharga rendah (penny stocks).

Aspek utama yang menjadi perhatian penyeelenggara bursa bukanlah potensi volatilitas pergerakan harga di papan perdagangan, melainkan kesiapan sistem dalam menampung lonjakan volume pemesanan (order flow).

“Sebenarnya yang kita antisipasi dari sisi bursa sebagai penyedia infrastruktur perdagangan, bukan volatilitas harganya, tetapi adalah trafik ke sistem. Nah itu sudah dilakukan juga pengujian-pengujian, mudah-mudahan semuanya lancar,” jelas Jeffrey.

Kebijakan pembukaan batas harga minimum hingga Rp1 per saham ini diharapkan memberikan ruang likuiditas baru bagi saham-saham yang selama ini tertahan di batas bawah nominal.

Penyesuaian ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembentukan harga pasar secara dinamis sekaligus memperluas opsi fleksibilitas bertransaksi bagi para investor di bursa domestik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *