Pemerintah Ungkap Alasan Karhutla Belum Bencana Nasional

Pemerintah tegaskan karhutla yang melanda wilayah Sumatra serta Kalimantan belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Grafis/Ilustrator Chaterine G Peter/RISKS.ID

RISKS.ID – Pemerintah menegaskan belum menetapkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatra serta Kalimantan sebagai bencana nasional.

Langkah penanggulangan bencana tersebut dinilai masih berada dalam batas kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista) dan personel dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan alasan kebijakan tersebut usai memimpin rapat gabungan lintas kementerian di kantor Kemenko Polkam, Jakarta.

Dudung menekankan bahwa seluruh jajaran masih berupaya maksimal mengendalikan sebaran titik api yang merambah kawasan pemukiman dan hutan.

“Masalah penerapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup,” ujar Dudung saat memberikan keterangannya kepada media pada Senin (19/10/2026).

Pernyataan ini menanggapi munculnya wacana penetapan status darurat nasional yang dapat membuka akses bantuan internasional secara formal.

Negara tetangga seperti Malaysia bahkan telah menawarkan dukungan berupa penyiapan tiga unit helikopter water bombing beserta 52 personel pemadam untuk diterjunkan langsung ke area terdampak.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menuturkan, tantangan utama di lapangan tidak sekadar berfokus pada keterbatasan armada penerbang maupun jumlah pasukan.

Pengoperasian sarana pemadaman udara kerap menemui hambatan teknis yang cukup kompleks, salah satunya meliputi jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) menuju titik operasi terpencil.

“Ini juga banyak kendala-kendala, ya, masalah distribusi BBM dan sebagainya. Itu tidak serta merta hanya alutsista, kemudian personel yang diberikan bantuan. Tapi untuk sementara kita masih sanggup lah,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi kejadian, peristiwa karhutla ini tercatat telah berlangsung selama hampir dua bulan.

Medan gambut yang kering serta paparan kabut asap tebal menjadi rintangan tersendiri bagi petugas gabungan.

Dudung menegaskan proses penanganan terus berjalan intensif mengingat rumitnya pemadaman api bawah tanah di wilayah terdampak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *