Pramono Anung: Stabilitas Ekonomi Jakarta Terjaga, Realisasi APBD 2025 Lampaui Target

pramono anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Pemprov DKI

RISKS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi Jakarta hingga akhir 2025 tetap terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari capaian investasi serta pengelolaan fiskal yang melampaui target.

“Di tengah dinamika perekonomian global dan nasional, Alhamdulillah perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik. Inflasi terkendali, aktivitas ekonomi berkelanjutan, serta iklim investasi tetap kondusif,” ujar Pramono saat konferensi pers di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pemaparan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.

Pramono menjelaskan, perekonomian Jakarta tumbuh stabil berkat kebijakan fiskal yang berdampak nyata. Pertumbuhan ekonomi kumulatif Jakarta tercatat sebesar 5,03 persen. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 berada di kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.

Salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 9,79 persen dengan kontribusi sekitar 5,13 persen terhadap perekonomian Jakarta.

Menurut Pramono, pemaparan kinerja ekonomi dan fiskal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Hingga 31 Desember 2025, APBD DKI Jakarta yang dianggarkan sebesar Rp 91,86 triliun tercatat terealisasi dengan sangat baik. Pendapatan daerah mencapai Rp 79,94 triliun yang tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi daerah, tetapi juga dari pemanfaatan aset daerah sebesar Rp 448 miliar. Adapun belanja daerah terealisasi sebesar Rp 76,05 triliun.

“Pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp 1,89 triliun. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) per Desember 2025 sebesar Rp 5,78 triliun, dengan surplus anggaran Rp 3,89 triliun,” kata Pramono.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 4,96 persen. Capaian tersebut menunjukkan proses pemulihan dan stabilitas ekonomi yang terus berlanjut. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 juga berada pada level tinggi, yakni 145,33.

Pramono menilai angka tersebut mencerminkan optimisme masyarakat dan kuatnya kepercayaan investor terhadap Pemprov DKI Jakarta. Hal ini juga terlihat dari tingkat inflasi Jakarta yang berada di angka 2,63 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Selain itu, realisasi investasi Jakarta sepanjang 2025 mencapai Rp 270,9 triliun.

Dengan keterbukaan dan akuntabilitas yang terus dijaga, Pramono berharap capaian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Pemprov DKI Jakarta, pelaku usaha, serta masyarakat.

“Jakarta memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *