RISKS.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Prosesi berlangsung khidmat di Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026).
Tiga personel yang gugur tersebut adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Ketiganya dinyatakan wafat saat menjalankan tugas mulia menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah konflik Lebanon.
Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan jenazah yang tiba sekitar pukul 17.20 WIB. Iringan doa dan penghormatan mengiringi kedatangan para prajurit yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tugas negara.
Dilansir dari situs kepresidenan, Presiden Prabowo tampak memberikan penghormatan secara langsung di hadapan ketiga jenazah. Dengan sikap penuh takzim, Kepala Negara menundukkan kepala sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para prajurit.
Tak hanya itu, Presiden juga menyempatkan diri menyapa keluarga yang ditinggalkan. Ia menyampaikan belasungkawa secara langsung serta memberikan dukungan moril kepada para keluarga yang tengah berduka.
Sebelumnya, upacara pelepasan juga telah digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, pada Kamis (2/4). Prosesi tersebut dipimpin oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan internasional atas jasa para prajurit Indonesia.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam prosesi di Tanah Air, di antaranya Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Panglima TNI, Kapolri, serta jajaran pimpinan militer lainnya. Kehadiran mereka menegaskan penghormatan negara terhadap para pahlawan penjaga perdamaian.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa misi perdamaian dunia bukan tanpa risiko. Pengorbanan tiga prajurit TNI tersebut menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global, sekaligus meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang.






