RISKS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan geram terhadap sejumlah negara sekutu di NATO yang membatasi akses militer AS ke pangkalan mereka. Hal itu terungkap dalam laporan Financial Times pada Jumat (10/4).
Kemarahan Trump disebut mencuat saat pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih pada Rabu (8/4). Mengutip pejabat dan sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, laporan itu menyebut ketegangan antara AS dan sekutu Eropa semakin meningkat.
Dalam pertemuan tersebut, Trump bahkan mengancam akan menghukum negara-negara Eropa yang dia nilai tidak memberikan dukungan yang layak terhadap operasi militer AS di Iran.
Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang paling disorot dalam pembicaraan tersebut. Ketidakpuasan Trump terhadap sikap kedua negara itu dilaporkan mendominasi diskusi dengan pimpinan NATO.
Meski demikian, Trump belum merinci langkah konkret yang akan diambil terhadap negara-negara tersebut.
Di sisi lain, Rutte disebut memahami kekecewaan Trump terhadap aliansi pertahanan Atlantik Utara itu. Namun, belum ada pernyataan resmi terkait hasil pertemuan tersebut.
Sehari setelah pertemuan, Trump kembali melontarkan kritik melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Kamis (9/4). Dia mengaku meragukan komitmen NATO untuk membantu AS apabila Washington membutuhkan dukungan.
Sebelumnya, pada 17 Maret, Trump juga sempat melontarkan kritik keras dengan menyebut NATO telah membuat “kesalahan yang sangat bodoh” karena tidak mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Dia juga mengaku tidak terkejut mayoritas negara anggota NATO enggan terlibat dalam konflik tersebut. Bahkan, Trump menyebut NATO sebagai aliansi yang berjalan “satu arah”.






