RISKS.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam pengembangan pasar modal syariah nasional. Peran strategis ini tercermin dari kinerja solid Perseroan sebagai mitra distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI aktif mendorong pendalaman pasar dengan memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah. Upaya ini sejalan dengan visi untuk memperkuat pasar keuangan syariah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Berbagai produk seperti Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, hingga Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) menjadi andalan BSI dalam menjangkau investor dari berbagai segmen. Tidak hanya itu, integrasi layanan digital melalui BYOND by BSI, BSI Mobile, dan BSI Net Banking turut memberikan kemudahan akses investasi secara cepat dan efisien.
Penunjukan BSI sebagai Primary Dealer SBSN menjadi tonggak penting, mengingat status tersebut menjadikan BSI sebagai satu-satunya bank syariah yang memiliki lisensi tersebut. Peran ini memperkuat fungsi BSI dalam menjaga likuiditas serta mendorong aktivitas pasar sekunder yang lebih aktif.
Sepanjang tahun 2025, BSI berhasil mencatatkan penjualan SBSN ritel lebih dari Rp4,9 triliun. Capaian ini juga diikuti dengan raihan tiga penghargaan dari Kementerian Keuangan, yang semakin mengukuhkan reputasi BSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pasar keuangan syariah.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menyampaikan bahwa ke depan Perseroan akan terus memperluas inovasi dan kolaborasi. “Kami ingin memastikan pasar modal syariah Indonesia semakin dalam, likuid, dan kompetitif secara global melalui inovasi produk dan penguatan literasi investor,” ujarnya.






