BTN Siapkan KPR Bundling, Beli Rumah Sekaligus Isi dan Kendaraan dalam Satu Akad

btn

RISKS.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersiap meluncurkan inovasi pembiayaan terintegrasi melalui produk bundling Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Skema ini memungkinkan nasabah memperoleh kredit tambahan untuk kebutuhan isi rumah dalam satu proses dan satu akad.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa produk tersebut saat ini tengah memasuki tahap uji coba (piloting) pada April 2026.

Bacaan Lainnya

“Produk bundling kita akan jalankan piloting-nya bulan ini. Jadi semester dua sudah pasti kita masifkan. Ini sudah bolak-balik kita bicarakan di BTN. Sebenarnya produk ini sudah ada, sistemnya saja tinggal disatukan,” ujar dia di Bandung, Kamis (9/4).

Melalui skema bundling ini, nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan untuk membeli rumah, tetapi juga dapat mengakses kredit tambahan untuk berbagai kebutuhan, seperti furnitur, peralatan elektronik, hingga kebutuhan dasar hunian lainnya.

Nixon menjelaskan, inovasi ini dirancang untuk memberikan solusi pembiayaan yang lebih praktis sekaligus menghindarkan nasabah dari risiko mencari pinjaman tambahan di luar sistem perbankan, seperti pinjaman daring yang berpotensi membebani kemampuan bayar.

Selain itu, BTN juga tengah mengembangkan bundling lanjutan yang mencakup Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dengan fokus pada kendaraan listrik. Saat ini, perseroan sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan multifinance untuk merealisasikan program tersebut.

“Termasuk KKB, kita lagi bikin perjanjian kerja sama dengan multifinance untuk kendaraan. Kita lagi dorong supaya kendaraannya kalau bisa listrik,” jelas dia.

Menurut Nixon, penggabungan beberapa fasilitas dalam satu akad akan meningkatkan efisiensi karena proses analisis kredit dilakukan dalam satu siklus. Hal ini juga diyakini mampu menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), yang kerap dipicu oleh kewajiban nasabah di lembaga lain yang tidak terpantau sejak awal.

Dari sisi bunga, BTN tetap mempertahankan suku bunga KPR sesuai ketentuan. Sementara itu, kredit tambahan dalam bundling akan ditawarkan dengan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan pinjaman informal.

Dia menegaskan, seluruh pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk melalui penilaian kemampuan bayar (repayment capacity) serta pengaturan limit kredit sesuai profil risiko nasabah.

“Pasti bergantung kemampuan bayar, pengaturan limit, kaidah-kaidah itu kita atur. Tapi intinya tidak akan ada dua atau tiga proses facility. Dalam satu proses, dalam satu akad, langsung kita keluarkan dua-tiga produk,” tegas dia.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menambahkan bahwa fokus perseroan tidak hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mencakup pembangunan dan renovasi sebagai bagian dari ekosistem perumahan.

Dia menyebut, BTN melihat potensi besar dari kebutuhan lanjutan nasabah setelah menempati rumah, mulai dari interior, perbaikan fasad, hingga kebutuhan konsumtif keluarga.

Ke depan, BTN menargetkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah secara menyeluruh sepanjang siklus hidup, termasuk dukungan untuk kebutuhan keluarga hingga pembelian kendaraan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *