18 Tahun Vakum, Dee Lestari Comeback Lewat Album ‘(Jangan) Jatuh Cinta’

dee lestari
Dee Lestari. Foto: dok.Dee Lestari
RISKS.ID – Kabar gembira datang untuk para pencinta musik tanah air. Setelah belasan tahun fokus menelurkan karya-karya fiksi yang meledak di pasaran, musisi sekaligus penulis kenamaan Dee Lestari bersiap kembali ke panggung musik yang telah membesarkan namanya.

Dee Lestari menjadwalkan perilisan album ketiganya yang bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta pada 10 Juni 2026 mendatang. Album ini sekaligus menjadi penanda resmi comeback-nya sang diva setelah sekian lama absen dari studio rekaman.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (4/6/2026), album yang berisi delapan lagu tersebut tidak hanya menampilkan vokal khas Dee, melainkan juga bakal menyuguhkan kolaborasi apik bersama sejumlah musisi papan atas Indonesia.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang paling dinantikan adalah duet maut antara Dee Lestari dengan Afgan. Keduanya akan membawakan lagu berjudul “Cuma Satu Nama”. Istimewanya, lagu ini ditulis langsung oleh Dee bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.

Selain itu, album terbaru Dee juga mencakup sederet trek kuat seperti lagu utama (Jangan) Jatuh Cinta, Perahu Kertas versi baru, dan lagu Kabarku. Tidak ketinggalan, lagu Hujan Bulan Juni—karya kolaborasi legendaris Dee Lestari dengan sastrawan Sapardi Djoko Damono untuk film adaptasi novel bertajuk sama pada 2017 silam—turut dimasukkan ke dalam daftar lagu.

Dee mengungkapkan bahwa (Jangan) Jatuh Cinta dipilih sebagai tajuk utama untuk menggambarkan perjalanan hati manusia yang melewati beragam pengalaman cinta. Delapan lagu di dalamnya sengaja disusun sedemikian rupa untuk merepresentasikan warna-warni serta dinamika emosi tersebut.

Sebagai pembuka, album ini diawali dengan lagu (Jangan) Jatuh Cinta yang diaransemen apik oleh Rendy Pandugo dan didukung oleh vokal latar dari Teddy Adhitya. Memasuki trek kedua, pendengar akan disuguhkan lagu yang lebih dinamis bertajuk Patah Hati, yang digarap oleh tangan dingin Gala Yudhatama dan Pandji Akbari.

Pada urutan ketiga, ada lagu Kabarku yang sebelumnya sudah lebih dulu menyapa pendengar sebagai single. Tembang manis ini diaransemen oleh kolektif Fellow Amateurs yang beranggotakan Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra.

Sementara itu, lagu keempat Hujan Bulan Juni dikemas dengan konsep live session oleh Gardika Gigih, diperkuat dengan megahnya aransemen choir dari Barsena Bestandhi. Untuk trek kelima, ada lagu Jadi Udara yang diaransemen oleh Dimas Wibisana dengan menggandeng Arina Ephipania dari Mocca sebagai penyanyi latar.

Melangkah ke bagian akhir album, lagu ikonik Perahu Kertas hadir dengan aransemen baru yang segar di urutan keenam. Menyusul kemudian lagu Cuma Satu Nama di urutan ketujuh, dan ditutup dengan manis oleh lagu Bintang Utara yang diaransemen oleh Lafa Pratomo. Lagu penutup ini memiliki lirik mendalam yang menceritakan relasi antara orang tua dan anak, serta bagaimana sebuah proses belajar untuk melepaskan.

Kehadiran album (Jangan) Jatuh Cinta ini otomatis menyudahi kerinduan panjang para penggemar setianya. Bagaimana tidak, dia terakhir kali merilis album bertajuk Rectoverso pada tahun 2008 silam, yang merupakan album keduanya setelah debut Out of Shell pada 2006.

Selama masa hiatusnya di dunia tarik suara, dia lebih dikenal publik luas sebagai novelis papan atas yang melahirkan buku-buku best seller. Beberapa karya fenomenalnya antara lain seri Supernova yang terdiri atas enam buku, novel Perahu Kertas, Aroma Karsa, serta buku kumpulan cerpen populer seperti Filosofi Kopi, Rectoverso, dan Madre.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *