Harga Minyak Menguat, Risiko Iran Jadi Sorotan

Foto Ilustrasi

RISKS.ID – Harga minyak mentah bergerak menguat pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan setelah ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat.

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kampanye ekonomi baru terhadap Iran. Washington juga membuka kemungkinan sanksi kepada negara yang membantu atau melakukan transaksi dengan Teheran. Situasi tersebut membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan arus minyak dari kawasan Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Respons Iran ikut memperbesar kekhawatiran. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak membantu operasi militer AS. Prospek penyelesaian konflik pun dinilai semakin tidak pasti.

Tekanan pasokan datang dari Rusia. Ekspor minyak melalui pelabuhan barat negara tersebut dilaporkan berada sekitar 15 persen di bawah target akibat gangguan operasional di Novorossiysk setelah serangan Ukraina. Keterlambatan pemuatan juga membuat sejumlah kargo tertahan lebih lama.

Namun, penguatan minyak menghadapi tantangan dari Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS bertambah 4,41 juta barel hingga pekan yang berakhir 14 Agustus 2026. Stok bensin juga meningkat 688.000 barel.

Kondisi itu menunjukkan permintaan energi belum terlalu kuat. Karena itu, investor akan mencermati keseimbangan antara risiko pasokan global dan pelemahan konsumsi.

Secara teknikal, harga minyak berpeluang menguji resistance US$87 per barel. Sebaliknya, tekanan jual dapat membawa harga menuju support US$82 per barel.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *