Banjir Bandang Terjang Nepal dan Tibet: 900 Wisatawan Asing Hilang, Korban Jiwa Tembus 289 Orang

banjir nepal
Foto: PRAKASH MATHEMA / AFP

RISKS.ID – Bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat menerjang wilayah utara Nepal hingga area Tibet, China. Musibah hebat ini menyebabkan setidaknya 900 wisatawan asing dilaporkan belum ditemukan dan jumlah korban tewas kini telah mencapai 289 orang.

Banjir besar mulai melanda kawasan utara Nepal sejak Rabu, 26 Agustus 2026 pagi. Arus air berkekuatan sangat deras mengalir deras dari arah wilayah China menuju Sungai Bhotekoshi, yang memaksa otoritas Nepal mengeluarkan peringatan siaga tinggi bagi warga di wilayah hilir.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan kepolisian setempat pada Kamis, 27 Agustus 2026, data resmi mencatat dampak kehancuran dari musibah tersebut terus meluas. Dewan Pariwisata Nepal mencatat sebanyak 644 wisatawan asing dan lokal hilang di sisi perbatasan Nepal.

Rincian turis asing yang masih dicari tersebut terdiri atas 178 warga India, 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, sembilan warga Singapura, dan delapan warga Jerman. Selain itu, wisatawan lain yang belum diketahui nasibnya berasal dari Prancis, Hungaria, Swiss, Italia, Irlandia, Israel, Jepang, Kazakhstan, Portugal, Rusia, serta sejumlah negara lainnya.

Dewan Pariwisata Nepal juga menyatakan bahwa sebanyak 127 wisatawan lokal asal Nepal masih belum diketahui keberadaannya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi ada 100 warga negara China yang hilang di area perbatasan Nepal akibat terjangan air bandang. Angka ini belum termasuk dalam daftar yang dirilis oleh Pemerintah Nepal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyebutkan bahwa 260 warga negara asing masih belum diketahui keberadaannya di wilayah Tibet, atau yang secara resmi dinamai Daerah Otonom Xizang oleh Beijing.

Hingga kini otoritas Nepal memastikan 177 orang meninggal dunia di wilayahnya dan mencatat 826 orang lainnya masih hilang. Namun laporan terbaru Kathmandu Post mencatat total korban tewas di Nepal telah menyentuh angka 289 orang.

Sementara itu, pihak berwenang China melaporkan tiga orang meninggal dunia dan 558 orang masih hilang di wilayah perbatasan Gyirong (Jilong), termasuk warga negara asing yang datanya masih terus diverifikasi.

Laporan awal mengindikasikan bahwa banjir besar ini dipicu oleh aktivitas gempa bumi yang disusul tanah longsor. Berdasarkan analisis citra satelit, banjir kemungkinan besar terpicu oleh luapan bongkahan es berukuran raksasa yang terlepas dari gletser Himalaya, sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *