Kemenpar Bidik Rp1,51 Triliun untuk Pariwisata 2027

Menpar Widiyanti alokasikan pagu anggaran Rp1,51 triliun untuk pariwisata 2027. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan arah Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2027 guna memperluas dampak ekonomi nasional serta memperkuat pembangunan daerah secara merata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengalokasian pagu anggaran sebesar Rp1,51 triliun ini bertumpu pada asas akuntabilitas serta ketepatan sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pemerintah memfokuskan porsi anggaran 2027 untuk memperkuat program berdampak langsung. Alokasi Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur naik dari Rp39,43 miliar menjadi Rp48,54 miliar.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi memperoleh kenaikan menjadi Rp26,33 miliar. Anggaran Tugas Pembantuan juga meningkat menjadi Rp19,76 miliar guna mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Pembahasan anggaran bukan semata-mata mengenai besaran anggaran, tetapi mengenai bagaimana setiap rupiah uang negara diterjemahkan menjadi program kerja yang tepat sasaran, dilaksanakan secara akuntabel, serta diawasi bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti melalui siaran persnya.

Sejumlah program unggulan disiapkan untuk mendukung akselerasi target tersebut. Kemenpar mengusung program Peningkatan Keselamatan Berwisata di 24 lokasi, pengembangan Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, hingga penerapan Tourism 5.0.

Sektor digitalisasi turut dipacu melalui penguatan SISPARNAS dan JADESTA yang menargetkan pengumpulan data lebih dari 6.300 desa wisata serta penyediaan informasi atraksi di 38 provinsi.

Langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendatangkan 17,6–19,1 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,28 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta membukukan devisa pariwisata hingga US$25,5–28,6 miliar pada 2027.

Kemenpar optimistis mampu mengejar target tersebut berkat pijakan kinerja yang solid pada Semester I 2026. “Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutur Widiyanti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *