BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Lebat, Waspadai Potensi Gelombang Tinggi Empat Meter di Perairan Sumut

hujan

RISKS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Sabtu (12/9).

Prakirawan BMKG Bintari menerangkan bahwa secara umum daerah konvergensi terbentuk di Teluk Thailand hingga Laut Cina Selatan dan pesisir utara Papua Nugini hingga Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi pada Sabtu (12/9).

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, sebagian besar kota besar diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan, sedangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir diprakirakan terjadi di wilayah Padang.

Sementara itu, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan meliputi Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, Mamuju, Palu, Nabire, dan Jayawijaya.

Adapun kota besar yang diprakirakan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Pekanbaru, Jakarta, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

Sebelumnya pada Jumat (11/9), BMKG menyebutkan sejumlah perairan di Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diterjang gelombang setinggi empat meter akibat angin kencang dari 11 hingga 14 September 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Dasmian Sulviani menjelaskan bahwa gelombang setinggi empat meter dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan timur Kepulauan Nias dalam keterangannya di Medan pada Jumat (11/9).

Dasmian menambahkan bahwa belokan angin di daerah Sumatera bagian utara (Sumbagut) serta suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia Barat Sumatera dapat mendukung aktivitas terbentuknya awan konvektif di wilayah Sumbagut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *