RISKS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar di Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Diah Ayu menerangkan bahwa secara umum daerah konvergensi memanjang dari Laut Jawa, Laut Flores bagian barat, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Timur, Laut Arafuru, Laut Maluku, hingga Laut Halmahera. Kondisi dinamika atmosfer tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi maupun konfluensi.
Berdasarkan pantauan cuaca hari ini, mayoritas wilayah diprakirakan dominan berawan. Namun, wilayah Padang menjadi satu-satunya kota besar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, sejumlah kota besar lainnya diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palangka Raya, Tanjung Selor, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari ini antara lain Jambi, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.
Selain memantau kondisi cuaca harian, BMKG terus mengingatkan masyarakat terkait mitigasi bencana alam, khususnya di wilayah pesisir. Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) BMKG Rahmat Triyono menekankan pentingnya kesadaran publik dalam merespons peringatan dini tsunami secara cepat demi meminimalkan risiko korban jiwa.
“Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami,” kata Rahmat Triyono.
Rahmat menambahkan, masyarakat di wilayah pesisir harus memiliki kesiapsiagaan tinggi untuk segera melakukan evakuasi mandiri begitu merasakan guncangan gempa yang kuat atau saat menerima instruksi peringatan potensi tsunami dari otoritas resmi.






