PFI Beri Penghormatan Terakhir untuk Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – Pengurus Pusat Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyampaikan duka mendalam menyusul penutupan resmi operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadatu I di Selat Sunda.

Keputusan penghentian operasi SAR gabungan pada hari ke-10 tersebut diambil oleh Basarnas setelah melakukan evaluasi menyeluruh bersama unsur terkait dan perwakilan keluarga korban.

Bacaan Lainnya

PFI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat lokal yang telah berjuang menyisir perairan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Kehilangan lima pewarta foto saat bertugas menjadi duka mendalam bagi industri media nasional.

Sekjen PFI Pusat Galih Pradipta mengungkapkan penghentian pencarian ini menjadi kabar duka yang sangat berat bagi dunia pers tanah air.

Fokus utama PFI saat ini bergeser pada pendampingan penuh serta menjaga privasi keluarga korban dalam menghadapi masa-masa sulit.

Sementara itu, Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menegaskan pentingnya evaluasi keselamatan kerja bagi para jurnalis.

Musibah ini harus menjadi peringatan keras bagi perusahaan media dan awak media mengenai prosedur mitigasi risiko di area rawan bencana, mengingat tidak ada berita yang seharga dengan nyawa.

Meski pencarian fisik telah dihentikan, PFI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memantau perkembangan petunjuk baru di masa depan.

Pengorbanan dan dedikasi para jurnalis dalam menjalankan tugas informasi akan selalu dikenang oleh seluruh insan pers Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *