MIND ID Perkuat Kontribusi Penerimaan Negara

Aktivitas pengolahan mineral di fasilitas hilirisasi Industri Pertambangan. Foto ilustrasi/RISKS.ID

RISKS.ID – Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) terus mengakselerasi peran strategisnya dalam mendongkrak penerimaan negara.

Langkah optimalisasi ini dijalankan melalui penguatan kapasitas produksi, pengawasan tata kelola industri, hingga komitmen pada percepatan proyek hilirisasi komoditas mineral nasional secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan bahwa penanganan sumber daya mineral melalui BUMN memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi pendapatan kas negara.

Nilai tambah yang dihasilkan tidak hanya masuk ke dalam laporan operasional perusahaan, tetapi juga mengalir langsung ke kas pemerintah.

“Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara,” ujar Maroef saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, BUMN pertambangan ini mencatatkan Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dengan Distributed Economic Value mencapai Rp180,30 triliun.

Dari total tersebut, kontribusi langsung kepada pemerintah menembus Rp32,82 triliun yang mencakup penyetoran dividen, pajak, serta kewajiban penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Guna memperbesar nilai tambah domestik, Grup MIND ID gencar menggarap berbagai proyek strategis, mulai dari pembentukan ekosistem bauksit hingga aluminium, pemurnian logam mulia, hingga pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Di sisi ketahanan energi, anak usahanya, PT Bukit Asam Tbk, konsisten melampaui target Domestic Market Obligation (DMO) demi menjamin pasokan batu bara bagi pembangkit listrik nasional.

Langkah ekspansif ini didukung penuh oleh parlemen. Komisi XII DPR RI menyatakan komitmennya untuk mengawal tata kelola pertambangan nasional, pemenuhan DMO, serta transparansi tata niaga komoditas vital seperti emas.

“Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” pungkas Maroef.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *