RISKS.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan keras terkait pengerjaan video viral seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul.
Oknum tersebut dinilai melayangkan sindiran dan mengejek anak-anak yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Melalui akun Instagram pribadinya, Gibran menyayangkan tindakan staf dapur MBG tersebut.
Menurutnya, anak-anak yang berada dalam posisi rentan usai mengalami musibah kesehatan tidak boleh dijadikan bahan olokan atau perundungan di ruang digital.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” tegas Gibran dalam unggahannya.
Dalam video yang disebarkan ulang oleh Wapres, pria dari SPPG tersebut tampak menyantap hidangan katsu sembari melontarkan kalimat yang dianggap netizen menyindir Febiona Purba.
Siswi SMK Bersama Berastagi tersebut dilaporkan sempat mengalami trauma serta penurunan daya ingat setelah menjadi korban keracunan massal MBG.
Aksi oknum tersebut memicu gelombang kecaman publik karena dinilai tidak memiliki rasa empati terhadap korban yang sedang menjalani proses pemulihan.
Gibran menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin kesehatan serta keselamatan para penerima manfaat program MBG.
Dalam unggahan yang sama, Gibran juga menampilkan momen saat dirinya mendatangi langsung para korban keracunan di Karo untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas nama pemerintah.
“Pak saya yang minta maaf, Pak. Saya minta maaf sekali atas kejadian ini. Kami pastikan anak-anaknya pulih semua ya, sampai benar-benar sembuh total ya,” ujar Gibran kepada pihak keluarga korban.
Pemerintah berkomitmen mengevaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan lingkungan sosial masyarakat tetap memberikan dukungan moral bagi seluruh korban keracunan.






