RISKS.ID – Ancaman penyakit tidak menular (PTM) pada generasi muda kian menjadi tantangan serius bagi masa depan Indonesia.
Menanggapi situasi tersebut, AstraZeneca mengumumkan kelanjutan Young Health Programme (YHP) untuk fase lima tahun ke depan bersama UNICEF dan 60 organisasi non-pemerintah secara global.
Secara internasional, komitmen baru ini menambah akumulasi investasi YHP yang telah melampaui US
1,3 juta (sekitar Rp21 miliar) guna memperkuat keterlibatan aktif 47 juta remaja Indonesia dalam upaya pencegahan PTM dan penerapan gaya hidup sehat.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay menegaskan pentingnya intervensi sejak usia dini sebagai fondasi utama menyongsong visi Generasi Emas 2045.
Menurutnya, pemuda harus dibekali pengetahuan komprehensif agar sanggup mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan mereka.
“Investasi pada kesehatan generasi muda berarti investasi bagi masa depan Indonesia. Sejalan dengan visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045, penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kemampuan agar mereka dapat membuat pilihan yang lebih sehat sejak dini,” ujar Esra Erkomay.
Kemitraan yang terjalin sejak 2020 ini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak muda di tanah air. Inisiatif YHP berfokus pada penanganan masalah gizi, obesitas, hingga kebiasaan merokok.
Aksi konkretnya meliputi edukasi gaya hidup, pelatihan advokat muda, skrining penggunaan tembakau di berbagai provinsi, serta penyusunan pedoman program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah.
Advokasi anak muda melalui YHP bahkan berhasil mendorong penguatan regulasi pengendalian tembakau nasional, seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 mengenai kenaikan batas usia minimum pembelian produk tembakau menjadi 21 tahun.
Perwakilan UNICEF Indonesia Thomas Davin menyampaikan optimisme serupa terkait keberlanjutan kolaborasi ini dalam menghadapi dinamika kesehatan global dan dampak perubahan iklim.
“Dalam lima tahun ke depan, kemitraan ini akan membantu lebih banyak remaja menerapkan perilaku sehat dan mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka,” ungkap Thomas Davin.
Fase baru YHP fokus pada tiga prioritas: mendorong peran aktif remaja, memperkuat fasilitas layanan yang responsif, serta mendukung penyempurnaan kebijakan dan sistem pencegahan PTM di Indonesia.






