RISKS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketat dinamika pergerakan nilai tukar rupiah yang tertekan.
Guna memperkuat keandalan devisa negara, strategi memacu kinerja ekspor nasional menjadi langkah krusial yang tengah didorong.
“Pemerintah tentu kita akan menggenjot ekspor supaya devisa meningkat,” ujar Airlangga seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Airlangga mengungkapkan, penguatan fondasi makroekonomi menjadi instruksi utama Presiden Prabowo guna membendung dampak negatif gejolak pasar keuangan global.
Kondisi ini pun telah dibahas secara intensif bersama otoritas terkait melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Iya kan selalu menjaga stabilitas makro, kemarin kan sudah ada rapat sama KSSK,” terangnya.
Menko Perekonomian mengimbau publik agar tetap tenang mencermati tekanan terhadap mata uang Garuda.
Ia menilai indikator fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam posisi resilient dan solid.
Pelemahan yang terjadi belakangan ini dipengaruhi kuat oleh sentimen eksternal di luar faktor fundamental.
Oleh karena itu, sinergi kebijakan fiskal dan moneter terus dikerahkan untuk membalans tekanan pasar.






