RISKS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah.
Meskipun sempat menguat pada pembukaan pagi, IHSG bergerak turun menjelang penutupan sore, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan data RTI, IHSG terkoreksi sebesar 50,562 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.071,138.
Sepanjang hari, indeks sempat dibuka pada level 6.118, menyentuh titik tertinggi di 6.187, dan melemah hingga titik terendah di 6.071.
Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar 29,780 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,307 triliun.
Sebanyak 308 saham tercatat menguat, 360 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
Pelemahan pasar domestik ini sejalan dengan tren bursa global dan regional.
Bursa Saham Asia mayoritas melemah, sementara Wall Street juga ditutup terkoreksi akibat tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pengamat pasar modal menilai tekanan pada IHSG masih dipengaruhi oleh aksi jual investor asing.
“IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup terkoreksi 0,43 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp537 miliar,” catat laporan RTI.
Saham-saham perbankan dan komoditas besar seperti BMRI, TLKM, BBCA, PTBA, dan ADRO menjadi aset yang paling banyak dilepas oleh investor asing dalam periode tersebut.






