RISKS.ID – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merombak jajaran komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (12/12).
Pergantian ini disetujui langsung oleh para pemegang saham sebagai langkah penyegaran struktur manajemen perusahaan pelat merah tersebut.
Dalam putusan rapat, pemegang saham menyetujui pengangkatan Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Wholesale & International Service, menggantikan Honesti Basyir. Selain itu, rapat juga menetapkan Rofikoh Rokhim sebagai Komisaris Independen baru, menggantikan Yohanes Surya yang lebih dulu mengundurkan diri.
Salah satu dari empat agenda yang dibahas dalam RUPSLB ini memang berfokus pada perubahan susunan pengurus perusahaan.
Susunan Komisaris dan Direksi Telkom Hasil RUPSLB 2025
Dewan Komisaris:
-
Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
-
Komisaris: Rionald Silaban
-
Komisaris: Rizal Mallarangeng
-
Komisaris: Ossy Dermawan
-
Komisaris: Silmy Karim
-
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
-
Komisaris Independen: Ira Noviarti
-
Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
Dewan Direksi:
-
Direktur Utama: Dian Siswarini
-
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
-
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
-
Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
-
Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
-
Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
-
Direktur Network: Nanang Hendarno
-
Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi
-
Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana
Kinerja Keuangan Tetap Kokoh
Di tengah perombakan manajemen, kinerja Telkom Indonesia tercatat tetap solid. Hingga kuartal III-2025, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,6 triliun. EBITDA konsolidasi tercatat Rp54,4 triliun, dengan margin EBITDA 49 persen.
Adapun laba bersih mencapai Rp15,8 triliun dengan margin 14,4 persen, sementara normalized net income berada pada angka Rp16,7 triliun atau margin 15,2 persen.
Perubahan jajaran pengurus ini dipandang sebagai langkah strategis Telkom untuk menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing di sektor telekomunikasi yang semakin kompetitif.






