Jenazah Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat Indonesia Air Transport Diserahkan ke Keluarga

pramugari atr 42-500
Jenazah Florencia Lolita Wibisono, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 saat dievakuasi. Foto: Tangkapan Layar

RISKS.ID – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menyerahkan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 atas nama Florencia Lolita Wibisono (33) kepada pihak keluarga. Jenazah selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan.

Ucapan terima kasih disampaikan pihak keluarga kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian dan identifikasi korban.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada Basarnas, TNI/Polri, Biddokkes Polda Sulsel, PSDKP, KKP, serta secara khusus kepada perusahaan tempat adik kami bekerja sebagai pramugari di IAT (Indonesia Air Transport) dan Angkasa Pura, serta seluruh pihak yang telah berusaha keras menemukan adik kami,” ujar kakak kandung korban, Felix, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Felix mengatakan, keluarga juga menyampaikan rasa syukur atas kerja keras tim SAR dan seluruh pihak yang membantu menemukan korban kecelakaan pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Kami bersyukur atas apa yang telah dikerjakan untuk kami, sehingga adik kami bisa ditemukan. Hari ini petinya sudah bisa ditutup dan kami akan segera membawanya ke Jakarta,” tutur Felix didampingi saudarinya, Natasha Wibisono.

Ia juga mengungkapkan harapan agar seluruh korban lain yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“Kami terus berdoa untuk korban yang lain juga, agar diberikan kekuatan seperti kami dan bisa segera ditemukan, sehingga semua keluarga dapat kembali ke tempat masing-masing membawa saudara dan kerabat mereka,” ucap Felix.

Penyerahan jenazah dilakukan setelah tim DVI Biddokkes Polda Sulsel menyatakan identifikasi korban dengan nomor post mortem 62B.01 dinyatakan cocok dengan data ante mortem nomor AM004 atas nama Florencia Lolita Wibisono.

Pihak keluarga turut menyaksikan proses pemulasaraan hingga jenazah dimasukkan ke dalam peti. Raut duka terlihat dari wajah kedua kakak korban yang tampak tak mampu menahan haru.

Usai prosesi penyerahan, peti jenazah disemayamkan sementara di ruang Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel. Sekitar pukul 16.36 WITA, peti jenazah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.

Sesuai rencana, jenazah diterbangkan dari Makassar menuju Jakarta pada pukul 19.00 WITA.

Hingga saat ini, baru dua jenazah yang berhasil ditemukan dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat nahas tersebut. Selain Florencia, satu korban lainnya berjenis kelamin laki-laki dan masih dalam proses identifikasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *