OJK Minta Investor Tetap Tenang, Asing Catat Net Buy Rp654,9 Miliar di Tengah Pelemahan IHSG

OJK

RISKS.ID – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiky, meminta para investor di pasar saham Indonesia untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah kondisi pasar saat ini.

“Kami titip pesan untuk seluruh investor di Indonesia, jangan panik, tetap tenang, dan tetap mengambil keputusan investasi secara rasional. Melihat investasi itu adalah bagaimana melihat fundamental dan juga prospek ke depan,” ujar Kiky dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).

Bacaan Lainnya

Kiky juga mengimbau investor agar berorientasi pada investasi jangka panjang dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi domestik serta prospek pasar modal Indonesia ke depan.

“Kalau kita melihat investasi di pasar modal itu kan melihat jangka panjang. Fundamental ekonomi kita sangat baik dan prospek ke depan juga sangat baik,” ujar dia.

Dia kembali menegaskan agar pelaku pasar tidak bersikap panik dan memastikan OJK bersama BEI serta Self-Regulatory Organization (SRO) menjalankan seluruh tugas dan fungsi pengawasan dengan baik.

“Jadi tolong jangan panik, tetap tenang. Kami di OJK, SRO, semuanya menjalankan tugas kami dan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik,” kata Kiky.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga melaporkan bahwa investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp654,9 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin. Capaian ini terjadi setelah investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) selama empat hari berturut-turut pada pekan sebelumnya.

“Setelah empat hari asing net sell, hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini kabar baik bahwa foreign buy kembali terjadi hari ini,” ujar Kiky.

Berdasarkan data penutupan perdagangan BEI, IHSG pada Senin sore ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88 persen ke level 7.922,73. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke posisi 806,24.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.949.040 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 50,41 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp29,17 triliun. Sebanyak 58 saham menguat, 720 saham melemah, dan 36 saham stagnan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia.

“Iya, Jeffrey menjadi Pjs Dirut BEI,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan usai rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Danantara, OJK, dan BEI di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam (1/2/2026).

Menurut Purbaya, Jeffrey bersama timnya menjadi perwakilan BEI dalam pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak ikut campur dalam pertemuan tersebut.

“Dia menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur internal mereka. Pemerintah tidak ikut campur,” ujar Purbaya.

Jeffrey Hendrik saat ini masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI dan turut menjadi perwakilan BEI dalam rapat bersama di Wisma Danantara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *