RISKS.ID – Gempa bumi tektonik terjadi pada Senin (24/2/2026) dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, hasil analisis menunjukkan gempa bumi itu memiliki magnitudo 7,1.
Episenter gempa terletak pada koordinat 6,94 derajat Lintang Utara dan 116,26 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia, dengan kedalaman sekitar 628 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dalam. Peristiwa itu dipicu oleh aktivitas deformasi di dalam lempeng Laut Filipina.
BMKG juga menyebutkan, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust fault.
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di sejumlah wilayah di Kaltara.
Di Kabupaten Nunukan, guncangan dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk berlalu.
Sementara itu, di Kota Tarakan, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.






