Pangkalan Militer AS Jadi Sasaran Rudal Iran, 560 Tentara Tewas

DUBAI
Asap mengepul di salah satu sudut KOta Dubai setelah dihantam rudal Iran. Foto: Aljazeera

RISKS.ID – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah makin memanas. Sedikitnya 560 personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan luka-luka akibat serangan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataannya pada Minggu (1/3/2026) menyebut serangan dilakukan secara terkoordinasi dan masif.

Bacaan Lainnya

“Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip kantor berita Fars News Agency.

Serangan tak hanya lewat rudal. IRGC mengklaim empat pesawat tak berawak juga menghantam pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Serangan drone itu disebut menyebabkan “kerusakan serius” pada pusat komando dan fasilitas dukungan.

Tak berhenti di Bahrain, Teheran juga menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait. IRGC menyebut serangan tersebut mengganggu operasional pangkalan. Selain itu, tiga objek di pangkalan angkatan laut Mohammed Al-Ahmad turut menjadi sasaran.

Rangkaian serangan ini merupakan respons atas aksi militer yang lebih dulu dilakukan Washington dan Tel Aviv. Pada Sabtu (1/3), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di dalam wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan serta korban sipil.

Situasi kian mengguncang setelah televisi pemerintah Iran mengonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kabar tersebut langsung memicu gelombang reaksi keras dari Teheran.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di berbagai titik di Timur Tengah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait klaim jumlah korban yang disampaikan IRGC.

Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel ini dikhawatirkan menyeret lebih banyak negara di kawasan dan memperluas eskalasi perang terbuka di Timur Tengah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *