DMMX Kembali Untung di FY25 dengan Strategi Digital dan Kreatif

foto ilustrasi

RISKS.ID – PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) berhasil menutup tahun buku FY25 dengan kinerja positif, mencatatkan laba bersih Rp69,1 miliar, setelah sebelumnya merugi Rp51,4 miliar pada FY24. Peningkatan ini tidak hanya didorong oleh operasi yang lebih kuat, tetapi juga pergeseran positif dari pos non-operasional, terutama investasi yang membalik dari rugi Rp67,9 miliar menjadi untung Rp18,7 miliar.

Meski pendapatan total menurun menjadi Rp693,8 miliar dari Rp1,176,1 miliar, langkah strategis ini justru memungkinkan DMMX untuk fokus pada segmen bisnis bernilai lebih tinggi dan berkelanjutan. Penurunan pendapatan terutama terjadi karena pengurangan aktivitas Trade Marketing yang kualitasnya lebih rendah.

Bacaan Lainnya

Di sisi laba kotor, perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan 38,8% dari Rp82,3 miliar menjadi Rp114,2 miliar. Kontributor utama berasal dari penjualan perangkat keras yang melonjak 242,1%, layanan Infrastruktur-as-a-Service naik 32,8%, dan Advertising Exchange Hub meningkat 137,2%. Kenaikan ini berhasil mendongkrak margin laba kotor dari 7,0% menjadi 16,5%.

Performa operasional pun membaik, dengan biaya operasional relatif stabil di Rp58,6 miliar dibandingkan Rp57,5 miliar pada FY24. Hasilnya, laba operasional meningkat 124,2% menjadi Rp55,6 miliar, mencerminkan efisiensi biaya dan leverage operasional yang lebih baik.

Secara keseluruhan, laba bersih yang berhasil diraih DMMX pada FY25 merupakan kombinasi dari peningkatan pendapatan operasional dan kontribusi positif dari investasi. Hal ini menjadi bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas bisnis.

Dari sisi ekosistem, DMMX mengoperasikan 28.996 layar digital dan 15.125 titik iklan, sambil menambah anggota Pojok Bayar menjadi 170.830. Ekspansi ini memperkuat distribusi dan penetrasi layanan di berbagai wilayah.

Dalam bidang kreatif, DMMX bekerja sama dengan Brightspot SuperMRKT 2025, menghadirkan solusi digital terintegrasi seperti videotron, layar interaktif, dan aktivasi smart retail. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan keterlibatan pengunjung dan mendukung lebih dari 220 merek kreatif lokal.

Di sektor kesehatan, DMMX memperluas digitalisasi layanan Puskesmas di Bekasi melalui program Community Activation bersama APKESMI. Solusi yang diperkenalkan mencakup sistem manajemen konten berbasis cloud, digital signage, kios layanan mandiri, AI Digital Human Assistants, hingga perangkat medis resolusi tinggi.

Di ranah konten kreatif global, DMMX melalui Bumilangit Entertainment berkolaborasi dengan HB Entertainment Korea untuk produksi K-Drama “Virgo and the Sparklings,” menjadi adaptasi IP Indonesia pertama di Korea. Selain itu, film “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat” akan diproduksi bersama MAGMA Entertainment, memperkuat portofolio IP nasional.

Melihat ke depan, DMMX menegaskan fokus pada ekspansi layanan platform ritel, pengembangan solusi digital berbasis AI, serta peluang pertumbuhan internasional. Kinerja positif FY25 menjadi fondasi kuat bagi DMMX untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas jangkauan, dan mendukung ekosistem digital serta kreatif di Indonesia dan global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *