RISKS.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 Wita. Guncangan kuat yang terasa lebih dari satu menit itu memicu kepanikan warga, menyebabkan kerusakan bangunan, serta menimbulkan korban jiwa.
Laporan awal menyebutkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan di Gedung KONI Manado. Korban diketahui bernama Deice Lahia (70), warga Tateli, Kabupaten Minahasa. Informasi tersebut disampaikan Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuraidin Gumeleng.
Selain korban tewas, gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, terutama yang tidak tahan guncangan kuat.
Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.
“Gempa ini kuat sekali, bahkan bunyi keras dari beberapa perabotan rumah tangga kami,” ujar Deysi, warga Kelurahan Malalayang, Manado.
Hal serupa disampaikan Fanli, seorang pengemudi daring. Dia mengaku menghentikan kendaraannya karena khawatir terhadap potensi bahaya.
“Saya lagi mengendarai mobil, tapi terasa juga gempa itu. Saya harus berhentikan dulu karena banyak tiang listrik yang bergerak-gerak,” katanya.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli menyampaikan, gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah. Di Provinsi Maluku Utara, daerah yang berstatus siaga meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore.
Sementara di Sulawesi Utara, wilayah siaga mencakup Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, serta Minahasa Utara bagian selatan.
Selain itu, sejumlah wilayah lain masuk kategori waspada tsunami, antara lain Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
BMKG mencatat gempa berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur dengan kedalaman 62 kilometer di bawah laut.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, serta tidak ada kerusakan yang membahayakan sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar dia.
BMKG menegaskan, informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Hingga kini, pemutakhiran data terus dilakukan, termasuk terkait peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.






