RISKS.ID – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung terus mendorong penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang inklusif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah berupaya memperkuat sektor ekonomi syariah agar mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“ Kami bersama pemerintah daerah terus berupaya menjadikan ekonomi syariah menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang dapat membangun secara inklusif bagi masyarakat,” ujar Bimo Epyanto di Bandarlampung, Jumat (8/5).
Menurut dia, salah satu langkah konkret yang dilakukan untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah yakni melalui penyelenggaraan Lampung Sharia Economic Festival.
Dia menjelaskan kegiatan tersebut menjadi strategi untuk mempercepat perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas gaya hidup halal atau halal lifestyle, sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.
“Lampung Sharia Economic Festival ini menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, meningkatkan serta menemukan sumber ekonomi baru di Lampung,” katanya.
Selain itu, festival tersebut juga disinergikan dengan arah kebijakan pengembangan ekonomi syariah di daerah. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian.
Pertama, peningkatan inklusi halal value chain melalui halal mart, pelatihan sertifikasi halal, hingga penguatan kapasitas juru sembelih halal. Kedua, optimalisasi pembiayaan syariah melalui temu bisnis dan edukasi pembiayaan syariah. Ketiga, penguatan literasi ekonomi syariah dan pengembangan halal lifestyle di masyarakat.
Tak hanya itu, edukasi terkait pengelolaan zakat dan wakaf produktif di era digital juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.
“Oleh karena itu kita harus memperkuat ekosistem keuangan dan ekonomi syariah agar bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan daerah,” tambah dia.






