RISKS.ID – Indonesia resmi mencatat sejarah baru dalam dunia olahraga bela diri setelah ditunjuk menjadi tuan rumah ADCC Indonesia Open Jakarta 2026. Turnamen submission grappling bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Kehadiran ADCC di Indonesia menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga grappling nasional yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan jumlah komunitas maupun atlet kompetitif. Turnamen ini juga membuka jalan bagi atlet Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional tanpa harus bertanding di luar negeri.
Penyelenggara ADCC Indonesia Open Jakarta 2026, Fara, mengatakan pemilihan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Indonesia kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan grappling tercepat di Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki komunitas grappling yang sangat aktif dan terus berkembang. Kami ingin memberikan panggung resmi bagi atlet nasional agar dapat bersaing dengan standar internasional,” ujar Fara dalam keterangan tertulisnya.
Kompetisi tersebut akan menggunakan sistem pertandingan no-gi dengan aturan resmi ADCC Ruleset. Format itu selama ini dikenal sebagai standar utama dalam pertandingan submission fighting dunia dan menjadi acuan berbagai turnamen grappling internasional.
Ajang ini nantinya terbuka bagi berbagai kategori usia, mulai dari anak-anak usia tujuh tahun hingga divisi profesional. Selain atlet lokal, penyelenggara juga menargetkan keikutsertaan peserta dari sejumlah negara untuk meningkatkan kualitas persaingan di atas matras.
Masuknya Indonesia dalam kalender resmi ADCC dinilai menjadi langkah besar bagi ekosistem grappling nasional. Sebab selama ini, banyak atlet Indonesia harus mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti turnamen ADCC di luar negeri demi mendapatkan pengalaman bertanding dan pengakuan internasional.
Atlet dan pelatih grappling Indonesia, Verontino FG, menilai hadirnya ADCC di Jakarta akan memberikan motivasi baru bagi atlet muda untuk berkembang lebih serius. Ia menyebut banyak talenta potensial di Indonesia yang belum memiliki akses kompetisi kelas dunia.
“Dengan adanya ADCC di Indonesia, kesempatan atlet lokal untuk menunjukkan kemampuan akan jauh lebih besar. Ini bisa menjadi titik lahirnya atlet-atlet grappling baru yang mampu bersaing secara global,” kata Verontino.
ADCC sendiri merupakan organisasi submission grappling paling prestisius di dunia yang berdiri sejak 1998 atas prakarsa Sheikh Tahnoun Bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab. Kompetisi ini dikenal mempertemukan atlet dari berbagai disiplin bela diri seperti Brazilian Jiu-Jitsu, judo, gulat, sambo, hingga MMA.
Pendaftaran peserta ADCC Indonesia Open Jakarta 2026 telah dibuka melalui platform Smoothcomp. Sementara informasi terbaru terkait jadwal, kategori pertandingan, hingga teknis kompetisi dapat dipantau melalui akun resmi ADCC Indonesia dan ADCC Official di media sosial.






