RISKS.ID – Kementerian Pertanian optimistis produksi dan ketersediaan beras nasional tetap terjaga meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan ekstrem pada pertengahan tahun ini.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Saat ini kami fokus agar produksi tidak turun,” ujar Sudaryono dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (26/5).
Dia menjelaskan, pemerintah melakukan berbagai upaya mitigasi melalui program pompanisasi, pipanisasi, hingga pembangunan sumur bor agar lahan pertanian tetap dapat ditanami selama musim kemarau.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong peningkatan indeks pertanaman untuk mengoptimalkan frekuensi tanam dan panen dalam setahun.
Menurut Sudaryono, pemerintah menargetkan indeks pertanaman mendekati dua kali tanam dan dua kali panen dalam setahun atau IP200.
Dia menyebut rata-rata frekuensi panen nasional saat ini masih belum mencapai dua kali panen dalam setahun sehingga perlu terus ditingkatkan untuk menjaga pasokan pangan nasional.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi skenario terburuk dengan memastikan cadangan beras nasional tetap dalam kondisi aman.
Sudaryono mengungkapkan stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut ditambah potensi produksi atau standing crop hampir 12 juta ton serta stok beras di masyarakat sekitar 12 juta ton.
“Sehingga stok di masyarakat sekitar 28 juta ton. Jika dibagi dengan konsumsi per bulan, maka ketahanan stok kita mencapai sekitar 10,8 bulan atau hampir 11 bulan,” katanya.
Dia optimistis fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan masih dapat diantisipasi dengan dukungan cadangan pangan yang tersedia.
“Sejauh ini ketersediaan bahan pangan kita, khususnya beras, dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Sudaryono.






