RISKS.ID – PT Blue Bird Tbk (Bird) sukses menorehkan performa gemilang sepanjang tahun buku 2025. Emiten transportasi berlogo burung biru ini berhasil membukukan pendapatan bersih tertinggi sejak melakukan penawaran saham perdana (IPO).
Atas capaian positif ini, perseroan siap membagikan dividen tunai sebesar Rp166 per saham kepada para investornya.
Keputusan strategis tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026. Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Djokosoetono, menyatakan bahwa penetapan dividen ini merupakan bentuk apresiasi nyata kepada para pemegang saham yang terus mendukung pertumbuhan perusahaan.
“Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, konsistensi ini menjadi fondasi penting bagi Bluebird sebagai perusahaan mobilitas terintegrasi di Indonesia untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Pecahkan Rekor Pendapatan sejak IPO
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2025 menjadi bukti nyata atas konsistensi perusahaan dalam memperkuat kualitas layanan serta menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pasar.
“Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang,” jelas Adrianto.
Secara rinci, berikut adalah performa keuangan dan operasional Bluebird sepanjang tahun 2025:
-
Pendapatan Bersih: Mencapai Rp5,7 triliun, atau melonjak 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya (tertinggi sejak IPO).
-
EBITDA: Tercatat sebesar Rp1,4 triliun, tumbuh kokoh sebesar 13 persen.
-
Laba Tahun Berjalan: Meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.
-
Kapasitas Operasional: Mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang disokong oleh 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, dan telah hadir di 22 kota di seluruh Indonesia.
Jadwal Pembagian Dividen
RUPST Bluebird resmi menyetujui alokasi dividen sebesar 65,3 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tahun buku 2025.
Bagi Anda para investor, berikut jadwal penting pencairan dividen Bluebird:
-
Daftar Pemegang Saham (DPS) yang Berhak: 30 Juni 2026.
-
Tanggal Pembayaran Dividen: 10 Juli 2026.
Adapun sisa laba bersih dari tahun buku 2025 akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained earnings) demi menyokong kebutuhan modal kerja serta pengembangan usaha perseroan ke depan.
Strategi Transformasi 3M dan Adopsi AI
Keberhasilan performa finansial ini tidak lepas dari keberlanjutan strategi transformasi berbasis 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) sebagai fondasi ekosistem Mobility as a Service (MaaS).
Guna memperluas portofolio layanannya, Bluebird telah mengoperasikan taksi di Solo, meluncurkan layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta berkolaborasi dalam penyediaan transportasi publik sektor bus di Jakarta. Dari sisi digital, aplikasi MyBluebird terus diperkuat dengan fitur Fixed Price (kepastian tarif), integrasi pembayaran digital lewat OVO, hingga pengembangan e-voucher korporasi.
Hebatnya lagi, Bluebird kini semakin melek teknologi. Penggunaan AI-generated heat map dan optimalisasi dynamic fixed price kini diandalkan untuk mengelola distribusi armada secara real-time berdasarkan pola permintaan konsumen di lapangan.
Tidak hanya mengejar profit, Adrianto menegaskan bahwa Bluebird terus memegang teguh visi keberlanjutan melalui tiga pilar utama:
-
BlueSky: Memperluas armada kendaraan listrik lewat peluncuran e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta pengembangan armada e-Goldenbird.
-
BlueLife: Menyalurkan beasiswa Bluebird Peduli kepada 3.722 penerima manfaat, serta memberangkatkan 50 pengemudi dan karyawan untuk ibadah umrah.
-
BlueCorps: Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Di samping itu, RUPST kali ini juga menetapkan pengangkatan kembali susunan pengurus perseroan dengan masa jabatan hingga ditutupnya RUPST pada tahun 2029 mendatang:
-
Komisaris Utama: Bayu Priawan Djokosoetono
-
Wakil Komisaris Utama: Noni Sri Ayati Purnomo
-
Komisaris: Sri Adriyani Lestari
-
Komisaris: Kresna Priawan Djokosoetono
-
Direktur Utama: Adrianto Djokosoetono
-
Wakil Direktur Utama: Sigit Priawan Djokosoetono
-
Direktur: Irawaty Salim
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan,” pungkas Adrianto optimistis.






