RISKS.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya telah mengantongi sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Capaian ini disampaikan dalam seremoni produksi ke-300.000 unit Isuzu Karawang Plant di Karawang, Jawa Barat, pada Senin (20/7).
Pencapaian produksi tersebut berhasil diraih dalam kurun waktu 10 tahun sejak fasilitas pabrik tersebut mulai beroperasi pada 2015.
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo mengungkapkan bahwa saat ini Isuzu memiliki 33 sertifikat TKDN dengan nilai capaian tertinggi ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) menembus angka di atas 62 persen.
“PT IAMI adalah satu-satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial yang semua produknya ber-TKDN,” kata Kris di Karawang, Jawa Barat.
Kris menambahkan bahwa langkah Isuzu mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung keterlibatan rantai pasok dalam negeri serta memperkuat struktur industri nasional.
“Hari ini tercatat Isuzu itu mempunyai 33 sertifikat TKDN dengan rentang lumayan tinggi, tertinggi itu TKDN plus BMP-nya di atas 62 persen. Ini capaian yang luar biasa dan ini salah satu pionir dari industri otomotif dalam melakukan komitmennya dalam peningkatan penggunaan produk dalam negerinya,” ujar Kris.
Dengan berlakunya Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 sebagai pengganti regulasi sebelumnya, Kemenperin optimistis nilai TKDN produk Isuzu akan kembali melonjak saat pembaruan sertifikasi dilakukan.
“Saya yakin kalau dihitung dengan ini ada beberapa TKDN yang mungkin tahun depan sudah harus diperbarui, saya yakin angkanya akan lebih dari 62,” tutur dia.
Kemenperin pun berharap keberhasilan PT IAMI dapat memacu semangat para pelaku industri otomotif lainnya di Tanah Air untuk terus meningkatkan penggunaan kandungan lokal.
“Kami berharap keberhasilan PT IAMI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan-perusahaan sejenis, perusahaan-perusahaan otomotif yang lain untuk terus meningkatkan kandungan lokal dan maka perkuatan kolaborasi dengan industri nasional. Dengan sinergi antara pemerintah dunia usaha kita dapat membutuhkan industri Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan,” imbuh Kris.
Pabrik Isuzu Karawang Plant sendiri memproduksi lini kendaraan komersial seperti Isuzu ELF, Isuzu GIGA, hingga Isuzu Traga yang menjadi penyumbang volume produksi terbesar.
Fasilitas ini juga merakit kendaraan UD Trucks tipe Quester dan Kuzer untuk memenuhi pasar domestik. Selain itu, sejak 2019 pabrik ini menjadi pusat produksi ekspor yang telah merambah ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, hingga Panama.






