RISKS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kerja di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7).
Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta seluruh capaian pemerintah ini disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas kinerja menjelang genap dua tahun pemerintahan pada Oktober mendatang.
“Tadi Presiden menyampaikan hasil yang dicapai oleh pemerintah Presiden, Pak Prabowo, yang hampir dua tahun di bulan Oktober nanti. Namun ada capaian-capaian yang perlu disampaikan ke masyarakat,” kata Airlangga usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna.
Di bidang makroekonomi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama tercatat mencapai 5,61 persen. Proyeksi pertumbuhan diperkirakan tetap stabil berdasarkan laporan sementara APBN, dengan angka inflasi yang tetap terjaga pada target 2,5 persen plus minus 1 persen.
Guna menjaga daya beli masyarakat dan konsumsi domestik, pemerintah telah menggelontorkan berbagai bentuk stimulus. Mulai dari diskon transportasi, bantuan pangan, tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri, bantuan hari raya untuk pengemudi ojek daring, insentif perpajakan, pembebasan bea masuk impor LPG, hingga dukungan program magang dan vokasi.
“Total anggaran stimulus di kuartal pertama sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun,” ujar Airlangga.
Dari sektor investasi, realisasi pada triwulan II menembus angka Rp511,8 triliun atau sekitar 25 persen dari target tahunan Rp2.000 triliun. Secara akumulatif sepanjang semester pertama, realisasi investasi telah menyentuh Rp1.001 triliun atau 49 persen dari target.
Porsi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp257,7 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp254,1 triliun.
Untuk sektor energi, pemerintah telah menjalankan program B50 sebagai langkah nyata memperkuat swasembada serta transisi energi nasional. Rasio elektrifikasi nasional pada kuartal I juga sudah menyentuh angka 99 persen.
Pemerintah turut mengoptimalkan penerimaan negara melalui kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) dan penguatan tata kelola sumber daya alam lewat Danantara Sumber Daya Indonesia.
Langkah kebijakan ini pun mendapat poin plus dan apresiasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) karena dinilai mampu meningkatkan transparansi serta mencegah praktik seperti transfer pricing maupun under invoicing.
Di bidang pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah terealisasi sebesar Rp149,38 triliun. Kredit juga disalurkan untuk alokasi alat mesin pertanian, industri padat karya, serta peningkatan plafon kredit perumahan menjadi Rp50 triliun seiring realisasinya yang mendekati 56 persen.
Perkembangan ekosistem bullion nasional yang dirilis tahun lalu menunjukkan hasil positif dengan volume emas yang dikelola mencapai 153 ton atau senilai mendekati 20 miliar dolar AS. Sementara itu, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hingga kuartal I 2026 telah tembus Rp353,3 triliun dan menyerap 266.688 tenaga kerja.
Mengenai ketenagakerjaan, program magang untuk 150.000 peserta dan vokasi bagi 220.000 peserta mulai bergulir pada Juli 2026. Dia membeberkan bahwa sekitar 60 persen dari peserta magang tersebut terbukti dapat langsung terserap ke dunia kerja.
Tidak hanya fokus di sektor ekonomi, Indonesia juga mencatatkan torehan strategis di kancah global. Indonesia secara resmi menjadi salah satu founding member World AI Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi kerja sama internasional kecerdasan buatan di bawah naungan PBB.
“Status tersebut akan memberi ruang bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam penyusunan kebijakan global mengenai kecerdasan buatan,” tutur Airlangga.






