RISKS.ID – Pelapor berinisial NA resmi mengajukan pencabutan laporan terkait dugaan penculikan yang menimpa pegolf nasional Jesslyn Wijaya Lay. Langkah pencabutan laporan tersebut disampaikan NA saat mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat pada Minggu, 19 Juli 2026.
Meskipun pelapor telah mencabut laporannya, Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan bakal tetap melanjutkan proses penyelidikan atas kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyatakan penyidik belum menghentikan proses penyelidikan karena masih perlu memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa yang dilaporkan.
“Pada hari Minggu pelapor datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk mencabut laporan. Namun kami dari Polres Metro Jakarta Pusat belum menghentikan penyelidikan karena kami masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi, apakah ada perbuatan pidana dalam peristiwa tersebut,” ujar Roby dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Roby menjelaskan, kepolisian sebelumnya menerima laporan dari NA yang merupakan teman korban. Dalam laporan awal, NA menyebut Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026. Korban diduga didatangi lima orang yang kemudian membawanya pergi secara paksa dari lokasi kejadian.
Sejak menerima laporan tersebut, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi, meminta keterangan para saksi, hingga mendatangi rumah korban dan orang tuanya.
Meski demikian, hingga saat ini keberadaan pegolf nasional tersebut masih belum diketahui.
“Ada kemungkinan tidak berada di Kota Jakarta, namun kami masih melakukan penyelidikan sampai menemukan apakah benar peristiwa ini terjadi atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal,” kata Roby.
Roby menegaskan penyelidikan akan terus berjalan demi mengungkap fakta yang sebenarnya. Pihaknya ingin memastikan apakah peristiwa tersebut benar-benar mengandung unsur pidana atau tidak. Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti serta mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh.






