RISKS.ID – BCA Syariah membukukan pertumbuhan bisnis positif sepanjang semester I 2026. Penguatan kinerja terutama terlihat dari ekspansi pembiayaan dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK), yang turut mendorong aset perseroan menembus Rp20 triliun.
Hingga Juni 2026, total aset BCA Syariah mencapai Rp20,7 triliun, naik 17,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba setelah pajak juga meningkat 9,2% secara tahunan menjadi Rp109 miliar.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis syariah terus berkembang.
“BCA Syariah pada semester pertama 2026 tumbuh solid dan berkelanjutan, tercermin dari peningkatan total aset yang didukung oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah,” ujar Yuli dalam Media Update Kinerja BCA Syariah di Jakarta, Selasa (11/8).
Dari sisi penyaluran dana, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 20,5% YoY menjadi Rp13,6 triliun. Pembiayaan tersebut diarahkan ke berbagai kebutuhan produktif, termasuk sektor komersial serta pembiayaan konsumer seperti kepemilikan rumah dan emas.
Ekspansi pembiayaan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas aset. Pendekatan tersebut tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) gross yang masih berada pada level sehat.
Sementara itu, DPK meningkat 10,2% secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun. Dana murah atau CASA menjadi salah satu penopang pertumbuhan dengan kenaikan 14,6% menjadi Rp6,5 triliun.
Komponen CASA tersebut terdiri atas giro sebesar Rp3,8 triliun yang tumbuh 23,2% serta tabungan Rp2,7 triliun atau meningkat 4,5%. Adapun deposito naik 7,2% menjadi Rp8,9 triliun.
Pertumbuhan dana murah menjadi perhatian penting bagi BCA Syariah karena memperkuat struktur pendanaan sekaligus memberikan ruang bagi perseroan untuk mengembangkan pembiayaan secara berkelanjutan.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, BCA Syariah mengusung tema “Strengthening Impact” dalam paparan kinerja semester pertama tahun ini. Tema tersebut mencerminkan strategi perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah dan masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat melalui proposisi merek “Sahabat Berkahmu”. BCA Syariah ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan nasabah sekaligus memperluas kolaborasi bersama komunitas dan institusi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi serta keuangan syariah.
Salah satu program sosial yang dijalankan adalah pembangunan Masjid Ar Rahman di Aceh Tamiang, Aceh. Fasilitas tersebut dibangun sebagai wakaf perusahaan melalui kolaborasi dengan Yayasan Cinta Quran dan Masjid Nusantara dalam program 99 Masjid Asmaul Husna.
“Bagi kami, pertumbuhan kinerja harus selalu berjalan seiring dengan dampak yang kami hadirkan. Melalui Sahabat Berkahmu, kami ingin mendekatkan cerita-cerita keberkahan dari nasabah kami kepada masyarakat luas,” kata Yuli.
Ke depan, BCA Syariah akan mengarahkan strategi pada penguatan pendanaan, kualitas pembiayaan, serta pengembangan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Perseroan juga akan memperluas edukasi dan inklusi keuangan syariah untuk menjangkau masyarakat yang lebih beragam, termasuk generasi muda.
Dengan kombinasi ekspansi bisnis dan program berdampak sosial, BCA Syariah menempatkan pertumbuhan berkelanjutan sebagai bagian penting dari strategi pengembangan perusahaan pada paruh kedua 2026.






