CIMB Niaga Raih Laba Rp3,43 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga mencatat laba Rp3,43 triliun pada semester I 2026. Foto IST/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,43 triliun hingga Juni 2026. Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah perubahan kondisi industri perbankan.

Pertumbuhan laba turut didukung ekspansi kredit serta peningkatan dana murah. Sepanjang semester pertama tahun ini, pendapatan operasional CIMB Niaga naik 6,8 persen secara tahunan, sedangkan laba operasional sebelum pencadangan meningkat 6,5 persen.

Bacaan Lainnya

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan strategi pertumbuhan tetap dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani.

Dari sisi penyaluran dana, total kredit mencapai Rp247,2 triliun atau tumbuh 6,6 persen yoy. Segmen korporasi menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan 13,8 persen.

Kredit komersial meningkat 4,6 persen, sementara pembiayaan UKM tumbuh 2,9 persen. Pada segmen konsumer, pertumbuhan tercatat 0,1 persen dengan Kredit Pemilikan Mobil menjadi salah satu penopangnya.

Di sisi pendanaan, CASA meningkat 6,9 persen menjadi Rp193,1 triliun. Total DPK mencapai Rp269,3 triliun, dengan rasio CASA sebesar 71,7 persen.

Total aset konsolidasian CIMB Niaga juga bertambah 6,7 persen menjadi Rp382 triliun. Sementara kualitas kredit tetap dijaga dengan rasio gross NPL yang membaik menjadi 1,83 persen.

Lani menilai capaian tersebut memberikan pijakan bagi perseroan untuk melanjutkan agenda bisnis berikutnya.

“Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama,” katanya.

Di lini syariah, CIMB Niaga Syariah mencatat pembiayaan Rp54 triliun dan DPK Rp50,9 triliun. Unit usaha syariah tersebut juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terbesar di Indonesia.

Sementara itu, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp66 triliun atau 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan. Portofolionya mencakup energi terbarukan, UMKM, dan sustainability-linked financing.

Capaian semester I 2026 menjadi modal CIMB Niaga untuk menjaga ekspansi sekaligus memperkuat kualitas aset dan pendanaan. Strategi pertumbuhan berikutnya akan diarahkan pada bisnis yang memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perseroan dan nasabah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *